Baru saja melihat sebuah berita hukum yang cukup menarik. Parlemen Minnesota, Amerika Serikat, baru saja menyetujui sebuah RUU yang melarang pembuatan gambar telanjang palsu menggunakan AI, dan sudah dikirim ke Gubernur Tim Walz untuk ditandatangani.



Inti dari RUU ini apa? Singkatnya adalah melarang situs web dan aplikasi menyediakan alat AI yang dapat menghasilkan gambar telanjang yang tampak nyata dan palsu. Tidak hanya pengguna yang dilarang menggunakannya, platform juga tidak boleh menggunakan alat "pembebasan" semacam ini, dan semua iklan serta promosi terkait juga dilarang.

Sanksi hukumnya cukup berat. Korban dapat langsung menuntut operator, menuntut ganti rugi atas kerugian nyata, dan juga berhak mendapatkan kompensasi hingga tiga kali lipat dari kerugian serta ganti rugi punitive. Jaksa Agung negara bagian dapat mengenakan denda sipil hingga 500.000 dolar AS setiap kali terjadi pelanggaran, dan dana tersebut akan digunakan untuk mendukung layanan bagi korban kekerasan seksual, kekerasan dalam rumah tangga, dan pelecehan anak.

Jika gubernur menandatangani, undang-undang baru ini akan berlaku mulai 1 Agustus, tetapi hanya untuk kasus-kasus yang terjadi setelah tanggal tersebut. Ini mencerminkan semakin seriusnya pengawasan terhadap masalah gambar telanjang palsu yang dihasilkan AI. Seiring perkembangan teknologi AI, aplikasi yang menyangkut privasi dan martabat pribadi ini memang membutuhkan kerangka hukum yang lebih ketat untuk diatur.

Yang menarik, ini mungkin akan menjadi contoh bagi negara bagian lain. Pembatasan hukum serupa kemungkinan akan semakin banyak di masa depan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan