Baru saja melihat sebuah laporan dari Kongres Amerika Serikat, datanya cukup mengejutkan. Secara global, sudah ada 51 negara yang memberlakukan kebijakan pembatasan terhadap mata uang kripto dalam berbagai tingkat.



Di antara negara-negara yang melarang mata uang kripto, situasinya tidak sepenuhnya sama. Di antaranya, 8 negara memilih langkah paling ketat, secara langsung menyatakan mata uang kripto ilegal, termasuk China, Mesir, Bangladesh, Aljazair, Irak, Maroko, Qatar, dan Tunisia. Selain itu, 42 negara lainnya menerapkan larangan tidak langsung, terutama dengan membatasi bank dan lembaga keuangan menyediakan layanan terkait kripto, atau melarang bursa beroperasi di wilayah mereka. Negara-negara seperti Tanzania, Turki, Lebanon, dan Bolivia termasuk dalam kategori ini.

Yang menarik, ada 21 negara yang berpendapat sebaliknya. Negara-negara ini secara tegas menyatakan tidak akan memberlakukan regulasi khusus terkait pencucian uang atau pendanaan teror terhadap industri kripto, termasuk Brasil, Kazakhstan, Yordania, dan Pakistan. Ini menunjukkan bahwa sikap global terhadap kripto memang sedang mengalami perpecahan.

Dari laporan ini, negara-negara yang melarang mata uang kripto sebagian besar terkonsentrasi di Timur Tengah, Afrika, dan beberapa bagian Asia. Namun, pola ini juga terus berubah, dengan beberapa negara yang sebelumnya bersikap menunggu mulai merumuskan kebijakan konkret. Penting untuk terus memantau perkembangan kebijakan di wilayah ini, karena mereka secara langsung mempengaruhi likuiditas pasar kripto global dan distribusi pengguna.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan