Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
CFD
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
GateRouter
Pilih secara cerdas dari 40+ model AI, dengan 0% biaya tambahan
Apakah Anda ingin tahu rahasia dari dana sebesar 5,5 miliar dolar yang dibuat oleh investor berusia 24 tahun? Perubahan portofolio Leopold Aschenbrenner selama beberapa bulan terakhir sangat menarik. Masa di mana dia bertaruh pada saham Nvidia sudah berlalu.
Bahkan tahun lalu, dia fokus membeli saham perusahaan yang diuntungkan dari ledakan GPU. Perusahaan chip seperti Nvidia, Broadcom, TSMC, dan Micron. Tapi menurut laporan 13F terbaru, situasinya sudah benar-benar berubah. Dia hampir menjual semua saham tersebut. Terutama karena dia berpendapat bahwa harga Nvidia sudah mencerminkan nilai pasar secara cukup.
Lalu ke mana uangnya pergi? Dia beralih ke energi dan infrastruktur. Dalam makalah sepanjang 165 halaman berjudul "Situational Awareness" yang memprediksi akan mencapai AGI pada 2027, dia merasa sudah mengidentifikasi hambatan berikutnya secara tepat.
Aset terbesar yang dia pegang saat ini adalah Bloom Energy. Investasi sebesar 850 juta dolar, sekitar 20% dari portofolionya. Perusahaan ini membuat fuel cell yang mengubah gas alam langsung menjadi listrik yang bisa digunakan di pusat data. Intinya, mereka tidak bergantung pada jaringan listrik konvensional. Hanya dari kontrak pesanan senilai 20 miliar dolar, pendapatan tahun 2025 diperkirakan akan meningkat 34%, dan tahun 2026 akan tumbuh lagi 40%. Permintaan jauh melebihi pasokan.
Mengapa tiba-tiba berfokus penuh pada energi? Karena jaringan listrik saat ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan energi manusia, bukan untuk memenuhi permintaan listrik besar dari pusat data AI. Bahkan, pengumuman Google, Meta, dan Amazon tentang pengeluaran modal sebesar 650 miliar dolar dalam kuartal terakhir pun karena masalah ini.
Investasi 800 juta dolar di CorWeave juga berhubungan dengan hal ini. Membeli GPU saja tidak cukup. Menyusun rack, menyediakan daya, dan menjaga sistem pendingin adalah tantangan berbeda. Jadi, dia berinvestasi di perusahaan cloud yang khusus menyediakan infrastruktur AI.
Bagian paling inovatif adalah investasinya di perusahaan penambangan Bitcoin. Secara kasat mata terlihat aneh, tapi jika dipikirkan, mereka punya apa? Tanah dan listrik. Plus izin yang sudah diperoleh dan akses ke jaringan listrik. Biasanya, mendapatkan izin seperti ini bisa memakan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Jadi, dia membeli perusahaan yang sudah memiliki izin dan mengubahnya menjadi pusat data AI. Seperti membeli bar yang sudah memiliki izin minuman keras, daripada mengajukan izin baru dan menunggu.
Investasi short selling di Infosys juga menarik. Perusahaan ini mengandalkan outsourcing TI dengan tenaga kerja murah dari India, tapi sekarang model bisnisnya terancam karena model AI seperti Claude dan GPT sudah mampu menangani bukan hanya tugas sederhana, tapi juga proses TI penting. Dia yakin model bisnis ini akan runtuh.
Akhirnya, filosofi investasinya adalah menangkap pergeseran besar dari perangkat lunak ke perangkat keras. Software sekarang bisa dibuat siapa saja, tapi energi, manufaktur, izin, dan infrastruktur tidak bisa dibuat oleh AI. Semuanya mengarah ke satu hal: siapa yang paling efisien dalam menyediakan energi yang dibutuhkan masa depan. Harga saham perusahaan semikonduktor seperti Nvidia sudah cukup tinggi, menurut dia.
Melihat performa yang menggandakan dana dari 1 miliar menjadi 5,5 miliar dolar dalam satu setengah tahun, kita bisa tahu seberapa akurat analisisnya. Tentu saja, ini bukan nasihat investasi, melainkan portofolio seorang investor saja. Tapi, potensi pergerakan sektor energi dan infrastruktur AI tahun ini patut diwaspadai.