JPMorgan Mengungkapkan Menggunakan XRP Ledger. Goldman Sachs dan Citi Berikutnya?

@media only screen and (min-width: 0px) dan (min-height: 0px) { div[id^=“wrapper-sevio-6a57f7be-8f6e-4deb-ae2c-5477f86653a5”]{lebar:320px;tinggi:100px;} } @media only screen and (min-width: 728px) dan (min-height: 0px) { div[id^=“wrapper-sevio-6a57f7be-8f6e-4deb-ae2c-5477f86653a5”]{lebar:728px;tinggi:90px;} }

Peneliti kripto SMQKE menyoroti apa yang sekarang dianggap banyak peserta pasar sebagai salah satu perkembangan institusional terpenting yang terkait dengan XRP Ledger dalam beberapa tahun terakhir.

SMQKE menunjuk pada penggunaan XRPL yang diungkapkan oleh J.P. Morgan dan menyarankan bahwa Goldman Sachs dan Citi akhirnya bisa mengikuti. Komentar ini muncul tak lama setelah munculnya rincian tentang transaksi pilot besar yang melibatkan J.P. Morgan, Ripple, Mastercard, dan Ondo Finance.

Perkembangan ini mendapatkan perhatian karena mewakili lebih dari sekadar eksperimen blockchain standar. Pilot tersebut menunjukkan interoperabilitas antara infrastruktur penyelesaian swasta bank besar dan jaringan blockchain publik, sebuah model yang diyakini banyak analis dapat mempengaruhi masa depan keuangan tokenisasi.

Penjelasan Hubungan J.P. Morgan dengan XRPL

Pada 7 Mei 2026, J.P. Morgan, melalui platform Kinexys-nya, berpartisipasi dalam transaksi pilot yang menghubungkan infrastruktur perbankannya dengan XRP Ledger. Inisiatif ini juga melibatkan Mastercard, Ondo Finance, dan Ripple. Transaksi tersebut berfokus pada penebusan surat utang AS yang ditokenisasi dan penyelesaian pembayaran fiat yang sesuai secara lintas batas.

Proses ini dilaporkan selesai dalam waktu kurang dari lima detik. Hasil ini berbeda dari sistem keuangan tradisional, di mana penyelesaian surat utang lintas batas serupa dapat memakan waktu 1 hingga 3 hari kerja. Pilot tersebut menggunakan produk surat utang tokenized Ondo Finance, OUSG, di XRPL, sementara platform Kinexys milik J.P. Morgan menyelesaikan penyelesaian dolar AS ke rekening bank berbasis Singapura.

Yang penting, J.P. Morgan tidak memindahkan operasinya ke XRPL sendiri. Sebaliknya, bank tersebut menghubungkan infrastruktur blockchain pribadinya dengan XRP Ledger publik melalui model interoperabilitas. Perbedaan ini penting karena menandakan bahwa institusi besar mungkin lebih memilih sistem hibrida daripada sepenuhnya meninggalkan jaringan pribadi.

Peralihan Menuju Infrastruktur Keuangan Hibrida

Pilot ini memperkuat argumen bahwa institusi keuangan besar sedang menjauh dari sistem blockchain yang terisolasi. Alih-alih beroperasi sepenuhnya dalam lingkungan tertutup, perusahaan kini menguji struktur yang menggabungkan jalur perbankan tradisional dengan efisiensi blockchain publik.

Dalam transaksi tersebut, XRP Ledger menangani komponen aset tokenized, Multi-Token Network Mastercard berfungsi sebagai lapisan pesan, dan platform Kinexys J.P. Morgan menyelesaikan pembayaran fiat. Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana berbagai teknologi keuangan dapat berfungsi bersama secara real-time.

Peran XRPL dalam pilot ini juga menjadi topik utama di kalangan analis. Pendukung berpendapat bahwa kecepatan penyelesaian jaringan, biaya transaksi yang rendah, dan pengurangan eksposur terhadap kekhawatiran nilai maksimal yang dapat diekstraksi membuatnya cocok untuk aktivitas penyelesaian surat utang tingkat institusional. Karakteristik ini terus membedakan XRPL dari jaringan blockchain lain yang bersaing untuk adopsi keuangan tokenisasi.

Mengapa Goldman Sachs dan Citi Sekarang Jadi Bagian dari Percakapan

Saran SMQKE bahwa Goldman Sachs dan Citi bisa menjadi berikutnya mencerminkan perkembangan yang sedang berlangsung dalam sektor tokenisasi. Kedua institusi dilaporkan berpartisipasi dalam diskusi terkait platform tokenisasi yang akan datang dari Depository Trust & Clearing Corporation, yang diharapkan diluncurkan akhir tahun 2026.

Ripple dan J.P. Morgan juga terhubung dengan inisiatif industri tersebut, meningkatkan spekulasi bahwa raksasa perbankan lainnya mungkin akhirnya menguji interoperabilitas dengan ledger publik.

Dengan J.P. Morgan yang sudah menunjukkan jembatan yang berfungsi antara jalur penyelesaian tradisional dan XRPL, tekanan mungkin meningkat pada kustodian dan institusi perbankan lain untuk menyediakan likuiditas dan kemampuan penyelesaian 24 jam serupa.

Disclaimer*: Konten ini dimaksudkan untuk memberi informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan. Pandangan yang diungkapkan dalam artikel ini mungkin termasuk opini pribadi penulis dan tidak mewakili pendapat Times Tabloid. Pembaca disarankan melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. Tindakan apa pun yang diambil oleh pembaca sepenuhnya merupakan risiko mereka sendiri. Times Tabloid tidak bertanggung jawab atas kerugian keuangan.*

XRP1,1%
ONDO1,56%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan