Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
CFD
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
GateRouter
Pilih secara cerdas dari 40+ model AI, dengan 0% biaya tambahan
Pendiri Cognition: AI telah melampaui manusia dalam penalaran murni, keunggulan terakhir kita adalah pencarian memori
AIMPACT Pesan, 11 Mei (UTC+8), menurut pemantauan Beating dari Dongcha, Majalah Colossus memuat wawancara selama tiga jam dengan pendiri Cognition, Scott Wu, di mana Scott Wu membahas sebuah pertanyaan yang jarang dipikirkan orang: apa yang sebenarnya membuat manusia lebih unggul dari AI saat ini? Jawabannya bukan penalaran—secara logika murni AI sudah menang. Kekuatan manusia yang sebenarnya adalah pencarian informasi, yaitu kemampuan untuk “tiba-tiba teringat”. Dia memberi contoh kode verifikasi ponsel. Verifikasi dua langkah adalah 6 digit, jika diganti menjadi 10 digit, kebanyakan orang mungkin tidak akan ingat. Jendela konteks otak manusia begitu singkat. Tapi otak manusia memiliki sesuatu yang tidak bisa dilakukan AI: ketika membuka sebuah file kode, tiba-tiba muncul ingatan tentang bug yang diubah empat bulan lalu, apa yang terjadi saat itu, bagaimana memperbaikinya, mengapa diubah seperti itu, semuanya langsung muncul. Wu menyebut ini sebagai “konteks lunak”, bukan ingatan kata demi kata, melainkan pengalaman yang telah dikumpulkan selama bertahun-tahun, yang dipanggil secara tepat oleh sebuah petunjuk. Dia mengatakan bahwa setiap hari dia membuat keputusan di Cognition, bukan dengan menurunkan logika dari nol, tetapi dengan secara otomatis memanggil “mengapa desain ini seperti itu” dan “setelah muncul teknologi baru ini, kami memutuskan untuk beralih ke kerangka lain”—penilaian implisit yang telah dikumpulkan lama. Jendela konteks AI jauh lebih besar daripada manusia, tetapi pencarian kaitan yang melintasi waktu dan skenario ini masih jauh dari sempurna. AI sedang mengejar dua jalur. Satu adalah pencarian vektor (embedding search), menarik potongan relevan dari data historis yang sangat besar, yang merupakan imitasi langsung dari memori kaitan otak manusia. Jalur lain yang lebih agresif disebut pembelajaran berkelanjutan (continual learning), memungkinkan AI untuk belajar sambil bekerja dan memperbarui bobotnya sendiri, mirip dengan yang dikatakan ilmu saraf bahwa “neuron yang aktif bersama-sama akan terhubung”. Wu merasa jalur kedua lebih mendekati cara kerja otak manusia yang sebenarnya, tetapi saat ini masih sangat awal. Dia mengatakan di akhir wawancara: “Pada akhirnya, membuat AI adalah tentang memecahkan kognisi itu sendiri. Manusia selama ribuan tahun terus mempercepat berbagai hal, tetapi satu hal yang tidak pernah berubah adalah harus ada orang yang berpikir, yang menciptakan. Sekarang bahkan prasyarat ini mungkin bisa diubah.” (Sumber: BlockBeats)