AI Agen dapat menyelesaikan masalah nyata dalam ekosistem cryptocurrency, begitu klaimnya.



Chappy Asel, insinyur lulusan Apple dan pendiri organisasi nirlaba AI The AI Collective, berbicara di Consensus Miami, dan inti dari pembicaraannya adalah ini. Gabungan antara cryptocurrency dan AI bukanlah untuk alat konsumen seperti chatbot, melainkan untuk membangun infrastruktur pembayaran yang dapat diprogram dan berlatensi rendah untuk agen perangkat lunak otonom.

Jika dipikir-pikir, itu masuk akal. Model pembelajaran mesin semakin mampu membuat keputusan ekonomi secara langsung, lalu bagaimana jika agen-agen tersebut bertransaksi satu sama lain? Stablecoin dan kontrak pintar dapat memungkinkan mikrotransaksi 24/7, tetapi kenyataannya sebagian besar perusahaan masih bergantung pada API terpusat dan sistem pembayaran yang ada. Inilah bagian di mana teknologi AI coin dan blockchain benar-benar diperlukan.

Asel melihat bahwa dalam jangka pendek, titik temu antara cryptocurrency dan AI akan muncul terlebih dahulu di tingkat infrastruktur. Seperti komputasi, pusat data, dan energi. Faktanya, penambang Bitcoin sudah mulai mengubah posisi mereka tahun lalu. Mereka berusaha mengalihkan infrastruktur penambangan menjadi hosting AI dan komputasi berkinerja tinggi. Ini menunjukkan bahwa penambang AI coin juga mulai memanfaatkan peluang ini.

Konsep "pembayaran agen" (agentic payments) disebut-sebut sering muncul di komunitas AI saat ini. Bahkan pengembang AI yang tidak paham blockchain pun sudah mengetahui konsep ini. Stablecoin sudah dapat diprogram dan menawarkan pembayaran 24 jam, dan jika dimanfaatkan dengan benar, transaksi berbasis agen tanpa perantara bisa menjadi arus utama.

Namun, kenyataannya masih jauh. Teknologi agen AI masih belum matang, dan hingga saat ini hampir tidak ada aktivitas komersial yang berarti. Perdagangan antar mesin memang membutuhkan waktu lebih lama untuk terwujud.

Nasihat Asel sederhana saja: cobalah bereksperimen. Semakin tidak pasti dunia, semakin banyak teknologi baru yang harus kita coba. Menariknya, masalah kegunaan cryptocurrency bisa diselesaikan oleh agen AI. Agen tidak memerlukan tutorial onboarding, dan tidak perlu mengingat frasa seed. Ketika perangkat lunak otonom menjadi aktor ekonomi sejati, mungkin saja pengguna berbasis kode yang berpikir secara kode akan menemukan basis pengguna yang sesuai untuk AI coin.

Sementara itu, CME Group berencana meluncurkan kontrak berjangka volatilitas Bitcoin pada 1 Juni. Meskipun membutuhkan persetujuan regulasi, ini akan menawarkan cara mudah untuk bertaruh pada volatilitas harga. Ini adalah sinyal meningkatnya permintaan dari investor institusional terhadap eksposur volatilitas yang diatur, dan mencerminkan evolusi pasar derivatif cryptocurrency yang lebih luas.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan