Pengamatan menarik: ketika membahas metaverse, sering kali membayangkan dunia virtual di mana orang berjalan dengan avatar. Tapi Yat Siew dari Animoca melihatnya sama sekali berbeda. Menurutnya, masa depan yang sesungguhnya bukanlah tempat, melainkan agen. Dan bukan hanya beberapa ribu, melainkan sekitar 100 miliar agen AI.



Terdengar ambisius? Ya, tapi jika diperhatikan, ada logikanya. Metaverse berevolusi bukan ke arah ruang 3D yang indah, tetapi menuju ekosistem fungsional di mana agen otonom menjalankan tugas, berinteraksi satu sama lain dan dengan pengguna. Ini bukan lagi tentang grafis dan visualisasi.

Yat Siew menegaskan bahwa investasi dan perhatian industri harus bergeser dari konten visual ke infrastruktur untuk AI. Konsep metaverse tidak hilang, tetapi bertransformasi. Alih-alih game dan platform sosial, kita akan mendapatkan sistem kompleks di mana agen AI akan mengelola aset, berdagang, menciptakan konten, dan memecahkan masalah secara real-time.

Pergeseran fokus seperti ini masuk akal: jika daya komputasi dan AI menjadi dasar ekonomi, maka metaverse sebagai dunia virtual yang indah saja kehilangan relevansi. Yang menjadi prioritas adalah apa yang bisa dilakukan sistem ini — otomatisasi, skalabilitas, kecerdasan.

Visi Yat Siew sangat berbeda dari cara banyak orang masih memandang metaverse. Tapi jika dia benar, para investor harus memikirkan kembali ke mana mereka mengarahkan modal. Ini bisa menjadi salah satu perubahan paradigma yang mendefinisikan ulang seluruh bidang dalam industri kripto.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan