Goldman Sachs: Bahkan jika proyek tertunda atau dibatalkan, permintaan listrik pusat data di AS akan berlipat ganda dalam dua tahun

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Tanya AI · Risiko Ganda Prediksi Pertumbuhan Pusat Data Menurut Goldman Sachs?

Gelombang AI sedang membentuk ulang peta listrik Amerika—pusat data mungkin akan menjadi kekuatan utama pertumbuhan permintaan listrik di masa depan dua tahun.

Menurut sumber dari Chase Wind Trading Platform, pada 5 Mei, tim riset komoditas besar Goldman Sachs merilis laporan riset pasar listrik terbaru, berdasarkan data pelacakan proyek dari platform Aterio yang mendetail, untuk membuat prediksi sistematis tentang permintaan listrik pusat data di Amerika.

Bank tersebut berpendapat, bahkan jika banyak proyek tertunda atau dibatalkan, permintaan listrik pusat data di Amerika tetap akan berlipat ganda dalam dua tahun.

Percepatan Ekspansi Pusat Data, Skala Melampaui Sejarah

Pertama, lihat data dasar.

Berdasarkan data Aterio, kapasitas tambahan pusat data di Amerika pada 2024 dan 2025 masing-masing sebesar 6,4GW dan 8,5GW. Sedangkan sesuai rencana pengembangan saat ini, penambahan tahunan pada 2026 dan 2027 akan melonjak menjadi 19GW dan 69GW—ini adalah lonjakan besar dalam skala.

Goldman Sachs menunjukkan, pertumbuhan bukan hanya cerita di tingkat nasional Amerika. Tiga pasar listrik utama di wilayah PJM (Mid-Atlantic), ERCOT (Texas), dan MISO (Midwest) masing-masing akan memiliki penambahan rencana melebihi total penambahan nasional pada 2025 di tahun 2027.

Penundaan dan Pembatalan adalah Realitas, Tapi Tidak Menghentikan Tren Utama

Rencana adalah rencana, keberhasilannya tergantung pelaksanaan.

Goldman Sachs membandingkan rencana pengembangan Desember 2024 dengan kondisi realisasi setelahnya, dan menemukan: hanya 72% pusat data yang direncanakan akan mulai beroperasi tepat waktu.

Alasan keterlambatan utama terbagi menjadi tiga kategori:

  1. “Permainan Lokasi”: pengembang sering mengajukan permohonan di beberapa wilayah untuk menghindari risiko, dan akhirnya hanya mendorong proyek dengan kondisi terbaik;

  2. Masalah rantai pasok dan tenaga kerja: proses konstruksi yang menunggu peralatan listrik bisa menyebabkan penghentian kerja selama berbulan-bulan;

  3. Durasi pembangunan itu sendiri: sebuah pusat data biasanya membutuhkan 1,5 hingga 2 tahun dari persetujuan hingga operasional, semakin terlambat rencananya, semakin kecil peluang realisasinya.

Berdasarkan pola sejarah, Goldman Sachs memperkirakan: dalam rencana saat ini, sekitar 60% kapasitas tambahan dalam satu tahun ke depan akan terealisasi tepat waktu, dan dalam dua tahun ke depan, rasio ini turun menjadi sekitar 50%.

Bahkan dengan diskon, Pertumbuhan Permintaan Masih Mengagumkan

Setelah memasukkan faktor diskon tersebut ke dalam model, angka prediksi tetap cukup kuat.

Secara spesifik:

  • Penambahan total 8,5GW pada 2025, dan 2,2GW sudah terealisasi pada kuartal pertama 2026;

  • Perkiraan penambahan lagi 11,5GW dari kuartal kedua hingga keempat 2026;

  • Penambahan tahunan pada 2027 akan mencapai 36GW;

  • Pada akhir 2027, total kapasitas terpasang pusat data di Amerika akan mencapai 95GW, lebih dari dua kali lipat level akhir 2025.

Berhubungan dengan permintaan listrik (dengan asumsi utilisasi kapasitas 70%, sesuai rata-rata lima tahun terakhir):

  • 2025: 31GW

  • 2026: 41GW

  • 2027: 66GW

Perlu dicatat, prediksi dari tim berbeda di Goldman Sachs memiliki variasi. Tim riset saham berdasarkan data S&P 451 Research memprediksi 39GW dan 50GW untuk 2026/2027; tim riset komoditas berdasarkan data Aterio memprediksi 41GW dan 66GW. Goldman Sachs mengakui dalam laporannya, bahwa perbedaan sumber data dan metodologi adalah penyebab utama perbedaan prediksi, dan rentang prediksi pasar secara keseluruhan cukup luas—dari sekitar 30 hingga 55GW menurut Departemen Energi AS/Laboratorium Nasional Lawrence Berkeley, 42GW menurut McKinsey, hingga 67GW menurut Boston Consulting Group.

Pada 2027, pusat data akan menyumbang sekitar 8,5% dari kebutuhan puncak listrik musim panas di AS, dibandingkan hanya 4,1% pada 2025.

Diversifikasi Wilayah Pasar Listrik: Ada yang “Haus Listrik”, Ada yang Lebih Longgar

Pertumbuhan pesat pusat data tidak akan tersebar merata, dan dampaknya terhadap pasar listrik di berbagai wilayah pun berbeda secara tajam.

Laporan membagi wilayah menjadi tiga kategori:

1. Risiko Keandalan Meningkat (Paling Ketat): PJM (Mid-Atlantic, meliputi Virginia, Ohio, dan lain-lain), MISO (Midwest), NW (Northwest)—pasar ini memiliki kapasitas pembangkit terbatas, tetapi permintaan pusat data melonjak. Goldman Sachs berpendapat, pasar ini mungkin harus menolak sebagian permohonan akses pusat data di masa depan, dan menyarankan perlindungan terhadap risiko kenaikan harga listrik lokal.

2. Ketat Marginal (Relatif Lebih Longgar): ERCOT (Texas), SPP (Mid-South), SE (Georgia)—wilayah ini memiliki pertumbuhan kapasitas pembangkit yang cukup cepat, dan peningkatan permintaan dari pusat data hanya akan menyebabkan ketat marginal yang moderat.

3. Jenuh dan Terbatas Penambahan Baru: TVA (Tennessee), ISONE (New England), FL (Florida)—pasar ini sudah dalam kondisi kritis, dan penambahan kapasitas pusat data sangat terbatas.

Goldman Sachs menunjukkan, pola ini sangat sesuai dengan logika pemilihan lokasi pusat data: ketersediaan listrik adalah faktor utama. Ini menjelaskan mengapa Texas dan Georgia menarik banyak proyek baru; sementara PJM meskipun sudah cukup ketat, tetap menarik investasi karena keunggulan geografis “dekat pelanggan” (terutama Virginia dan Ohio).

Prediksi Mengandung Risiko Ganda, Goldman Sachs Sarankan Lindung Nilai Ganda

Para analis juga secara tegas menyebutkan sumber ketidakpastian dalam prediksi:

  • Risiko Upside: seiring waktu, proyek baru akan terus masuk ke dalam rencana pengembangan, dan realisasi penambahan bisa melebihi prediksi saat ini; pengeluaran modal besar juga bisa mempercepat durasi pembangunan menjadi kurang dari satu tahun;

  • Risiko Downside: masalah rantai pasok dan tenaga kerja bisa memperpanjang durasi pembangunan; data historis masih singkat (hanya sejak Desember 2024), dan perubahan lingkungan pasar sangat cepat, sehingga ketidakpastian prediksi tinggi; selain itu, banyak pusat data yang tidak mengungkapkan informasi secara terbuka, sehingga data yang tersedia memiliki kekurangan.

Berdasarkan risiko ganda tersebut, strategi Goldman Sachs adalah: lindung nilai terhadap risiko kenaikan dan penurunan harga listrik secara bersamaan—melindungi dari lonjakan harga di pasar yang ketat seperti PJM, dan dari tekanan harga akibat kelebihan pasokan di pasar yang lebih longgar seperti ERCOT.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan