Aramco Peringatkan Bahwa Kekurangan Minyak 1 Miliar Barel Bisa Memperlambat Pemulihan Pasar Energi


📌 Peringatan terbaru dari CEO Aramco Amin Nasser menunjukkan bahwa risiko utama di pasar minyak bukan hanya apakah Selat Hormuz dapat sepenuhnya dibuka kembali, tetapi juga kesenjangan pasokan yang telah terbentuk selama dua bulan terakhir.
🛢️ Menurut Reuters, sekitar 1 miliar barel minyak telah hilang dari aliran pasokan global, sementara persediaan sudah rendah setelah bertahun-tahun kurang investasi. Ini berarti pasar mungkin kesulitan kembali ke kondisi normal bahkan jika jalur pengiriman dipulihkan.
🚢 Aramco meningkatkan penggunaan Pipa Timur-Barat untuk mengangkut minyak mentah ke Yanbu di Laut Merah, mengurangi ketergantungan pada Hormuz. Ini menunjukkan bahwa Arab Saudi masih memiliki kapasitas pengelolaan pasokan yang kuat, tetapi juga mencerminkan seberapa tegang sistem transportasi energi saat ini.
📈 Laba kuartal pertama Aramco meningkat sekitar 25%, sebagian menunjukkan bagaimana produsen minyak besar mendapatkan manfaat dari harga yang lebih tinggi. Namun, bagi ekonomi pengimpor energi di Asia dan Eropa, masalah yang lebih besar adalah biaya yang meningkat, tekanan inflasi, dan volatilitas harga bahan bakar.
⚠️ Intinya adalah bahwa pasar minyak mungkin tidak pulih hanya karena jalur dibuka kembali. Dengan persediaan yang rendah, rantai pasokan yang tegang, dan aliran perdagangan yang dialihkan, harga minyak bisa tetap tinggi dan bereaksi tajam terhadap setiap sinyal geopolitik baru.
#EnergyMarkets
Lihat Asli
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan