EBANX Menargetkan Asia Tenggara dalam Dorongan Pembayaran Lintas Batas yang Baru

Perusahaan layanan pembayaran EBANX, mitra utama dalam pengembangan sistem pembayaran instan Pix yang sangat sukses di Brasil, sedang memperluas ke beberapa pasar baru di Asia Tenggara, memperkuat jejaknya di luar Amerika Latin. Fintech ini meluncurkan operasi di Thailand, Indonesia, dan Turki, dengan rencana untuk memasuki Malaysia dan Vietnam akhir tahun ini.

Perusahaan bertujuan untuk membawa solusi lintas batas ke pasar-pasar ini dengan menghubungkan pedagang global dengan metode pembayaran lokal. Ekspansi ini menegaskan strategi EBANX untuk tumbuh di pasar berkembang di mana penetrasi kartu kredit masih rendah.

Strategi Pertumbuhan APAC

EBANX memfasilitasi ratusan metode pembayaran lokal dan menyederhanakan transaksi lintas batas untuk bisnis yang beroperasi di pasar berkembang. Wilayah Asia-Pasifik telah menjadi pilar utama dari strategi pertumbuhannya, didorong oleh meningkatnya adopsi pembayaran digital dan permintaan yang kuat untuk solusi checkout yang terlokalisasi.

Untuk mendukung ekspansi ini, perusahaan baru-baru ini membuka kantor pusat regional di Singapura, memperkuat kemampuan untuk melayani pedagang di seluruh APAC dan memperdalam hubungan dengan ekosistem pembayaran lokal.

Tahun lalu, 36% dari total volume pembayaran (TPV) EBANX berasal dari wilayah Asia-Pasifik. Solusi QR PH-nya kini menjadi metode pembayaran dengan pertumbuhan tercepat di Filipina, dan perusahaan memperkirakan TPV di Asia akan tumbuh sebesar 30% tahun ini.

Secara keseluruhan, EBANX mencatat peningkatan 48% dalam TPV pada tahun 2025, melayani lebih dari 500 pedagang di seluruh dunia. Pada tahun yang sama, 65% dari laba kotor perusahaan dihasilkan di luar Brasil, termasuk 20% dari pasar di luar Amerika Latin.

Lanskap untuk Pengembangan Lebih Lanjut

EBANX juga berkontribusi pada pengembangan ekosistem pembayaran instan di pasar-pasar tambahan. Di Kolombia, perusahaan membantu mengembangkan sistem Bre-B, yang sangat mirip dengan Pix. Lebih dari 30 juta pengguna—lebih dari tiga perempat dari populasi dewasa negara tersebut—sudah terdaftar.

Dengan hanya 18% warga Kolombia yang memiliki kartu kredit, pasar ini sangat cocok untuk sistem pembayaran alternatif. Penggunaan kartu kredit bahkan lebih rendah di Indonesia, di mana hanya 6% hingga 7% dari orang dewasa memilikinya.

Indonesia meluncurkan sistem pembayaran QR nasional, Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), pada tahun 2019, sementara Turki mengadopsi pembayaran digital melalui sistem pembayaran instan FAST, yang memproses sekitar 3,5 juta transaksi setiap hari. Jenis lingkungan pembayaran ini menjadi target EBANX untuk layanan lintas batasnya.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan