Belakangan ini saya terus mengikuti perkembangan berita cryptocurrency di Rusia, karena ini berdampak besar pada pasar Eropa Timur. Duma baru saja menyelesaikan pembacaan pertama RUU nomor 1194918-8, yang berarti kerangka regulasi cryptocurrency di Rusia secara resmi memasuki tahap legislasi.



Secara sederhana, Rusia sedang menjalankan rencana regulasi bertahap. Mulai Juli 2026, warga dapat membeli dan menjual cryptocurrency melalui lembaga perantara yang disetujui, tetapi pada Juli 2027, platform tanpa izin harus ditutup semua. Ini adalah sinyal jelas bahwa otoritas ingin memindahkan aktivitas perdagangan dari bawah tanah ke atas.

Namun, aturan ini cukup ketat. Investor ritel yang ingin berpartisipasi dalam perdagangan cryptocurrency harus lulus tes kualifikasi terlebih dahulu, dan aset yang dibeli harus memenuhi beberapa syarat: kapitalisasi pasar harus dipertahankan di atas 5 triliun rubel dalam dua tahun, volume perdagangan harian harus melebihi 1 triliun rubel, dan harus memiliki setidaknya 5 tahun sejarah perdagangan. Dengan kata lain, hanya aset yang cukup likuid dan matang yang dapat diakses oleh investor ritel.

Ada juga batasan tahunan pembelian sebesar 300.000 rubel. Batas ini tidak terlalu berpengaruh bagi investor kecil, tetapi cukup membatasi bagi trader yang ingin posisi besar. Menariknya, RUU mengizinkan warga membeli cryptocurrency melalui akun luar negeri, tetapi harus dilaporkan ke otoritas pajak. Ini menunjukkan bahwa tujuan otoritas adalah memantau aliran dana, bukan melarang sepenuhnya.

Lembaga legislatif juga mengajukan RUU pendukung untuk mendefinisikan sanksi pelanggaran, dan RUU nomor 1209607-8 bahkan mengusulkan pertanggungjawaban pidana bagi layanan tanpa izin. Tapi ada twist menarik: setelah ditinjau, Pengadilan Tertinggi Rusia menolak mendukung bentuk saat ini. Alasan pengadilan cukup pragmatis, menyatakan bahwa aturan penegakan harus didasarkan pada kerangka regulasi yang stabil, jika tidak, tidak akan bisa berfungsi secara efektif. Ini berarti jadwal penegakan yang ketat mungkin akan tertunda.

Respon industri terhadap kerangka ini beragam. Beberapa pelaku lokal khawatir bahwa regulasi yang terlalu ketat justru akan berbalik arah, menganggap bahwa pembatasan yang terlalu keras bisa mendorong aktivitas perdagangan ke bawah tanah atau saluran tidak resmi, yang justru merugikan tujuan regulasi. Ini adalah masalah keseimbangan kebijakan klasik.

Sejak Undang-Undang Aset Digital 2021, Rusia tetap berhati-hati terhadap cryptocurrency. RUU baru ini secara garis besar memperketat kerangka yang sudah ada, sekaligus memperjelas aturan masuk pasar. Pembacaan dan revisi selanjutnya akan menentukan bentuk akhir pasar ini. Jika Anda mengikuti berita pasar Rusia atau cryptocurrency di Eropa Timur, perkembangan ini patut dipantau terus.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan