Kamu mungkin pernah menonton film "The Wolf of Wall Street", yang diperankan oleh Leonardo DiCaprio dengan luar biasa. Tapi yang benar-benar menarik adalah, film populer tahun 2013 ini sebenarnya diadaptasi dari kisah nyata—seorang bernama Jordan Belfort, yang di tahun 90-an menggunakan sebuah penipuan klasik bernama "pump and dump" untuk menipu lebih dari seribu investor, menggelapkan lebih dari 200 juta dolar.



Mengenai jalan kekayaan Jordan Belfort, pria ini sudah punya naluri bisnis sejak muda. Saat lulus SMA, dia sudah menghasilkan 20 ribu dolar dengan menjual es krim Italia di pantai selama liburan musim panas. Kemudian dia belajar di jurusan biologi, bahkan sempat ingin menjadi dokter gigi, tapi setelah mendengar kepala jurusan bilang bahwa dokter gigi tidak akan mendapatkan banyak uang, dia langsung berhenti. Beralih ke bisnis daging, dia menjual 5000 pon daging sapi dan ikan setiap minggu, terlihat menjanjikan, tapi akhirnya bangkrut juga, dan pada usia 25 tahun dia bangkrut.

Setelah beralih ke pasar saham, perjalanan hidup Belfort benar-benar berubah. Dia pernah menjadi broker saham di L.F. Rothschild, lalu mendirikan Stratton Oakmont sendiri. Perusahaan ini pada puncaknya memiliki lebih dari 1000 broker, mengelola aset lebih dari 1 miliar dolar. Tapi ini bukan perusahaan resmi—Stratton Oakmont adalah contoh tipikal penipuan "pump and dump", yang secara khusus menjual saham sampah kepada investor biasa melalui panggilan dingin. Strategi Jordan Belfort sangat sederhana: pertama-tama mengumpulkan saham penny dengan harga rendah, lalu menggunakan tim penjualan dengan teknik tekanan tinggi untuk memancing investor ritel membeli, begitu harga saham naik, mereka langsung menjual semuanya dan meraup keuntungan besar. Dengan cara ini, dia mengumpulkan sekitar 25 juta dolar bersih pada tahun 1990.

Hingga akhir 90-an, kekayaan Jordan Belfort mencapai puncaknya. Sekitar tahun 1998, kekayaannya diperkirakan mencapai sekitar 400 juta dolar. Tapi kebahagiaan tidak bertahan lama—pada tahun 1996, NASD (Asosiasi Perdagangan Sekuritas Nasional AS) menutup Stratton Oakmont, dan pada tahun 1999 Belfort dan rekannya Danny Porush mengaku bersalah atas tuduhan penipuan sekuritas dan pencucian uang. Belfort dijatuhi hukuman 4 tahun penjara, tapi karena bekerja sama dengan FBI, akhirnya dia hanya menjalani 22 bulan.

Yang menarik, selama di penjara Belfort menulis sebuah memoar, yang kemudian diadaptasi menjadi film, dan langsung membawanya ke perhatian publik. Hak filmnya dijual seharga 1,045 juta dolar, dan buku tersebut diterbitkan di lebih dari 40 negara, diterjemahkan ke dalam 18 bahasa. Film ini juga memberinya peran cameo, seakan-akan membantu membersihkan citranya.

Setelah keluar dari penjara, Jordan Belfort memulai babak kedua hidupnya. Dia mendirikan Global Motivation Inc., dan mulai memberi ceramah motivasi serta pelatihan penjualan. Satu ceramah bisa dikenai biaya antara 30.000 sampai 75.000 dolar, dan dalam setahun dia bisa menghasilkan sekitar 9 juta dolar. Ditambah lagi penjualan buku (perkiraan sekitar 18 juta dolar per tahun), pria ini meskipun tidak lagi bisa kaya dari penipuan saham, tetap hidup nyaman dengan menceritakan kisahnya.

Mengenai kekayaan bersih Jordan Belfort saat ini, ada banyak perdebatan. Ada yang bilang kekayaannya sekitar 100 juta sampai 134 juta dolar, tapi ada juga yang berpendapat bahwa mengingat dia belum melunasi ganti rugi (pengadilan memerintahkan membayar 110 juta dolar, tapi dia baru membayar sekitar 14 juta dolar), sebenarnya dia sedang dalam posisi negatif. Pada 2018, dia bahkan pernah dituntut karena tidak membayar bagian dari honor ceramah sebesar 9 juta dolar untuk mengembalikan kerugian korban.

Sejujurnya, Jordan Belfort adalah orang yang penuh kontradiksi. Film menggambarkannya sangat keren, tapi sebenarnya dia menipu investor kelas menengah—orang-orang yang tidak mampu kehilangan uang sebanyak itu. Sekarang dia menghasilkan uang dari menceritakan kisahnya, tapi hanya membayar sebagian kecil dari ganti rugi yang diputuskan pengadilan kepada korban. Inilah sebabnya banyak orang merasa bahwa kisah ini adalah peringatan sekaligus ironi—seorang mantan penipu, yang kini melalui cerita yang dibungkus dengan baik, kembali mendapatkan keuntungan besar.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan