Saya telah memantau siklus berita perdagangan forex ini cukup dekat, dan jujur saja dolar sedang dalam tren kenaikan yang sangat tajam. Situasi seluruh AS-Iran ini terus tidak menentu, dan itu mendorong modal langsung ke wilayah dolar hijau. Pembicaraan Vienna runtuh ketika Iran tidak mau berkompromi soal pengayaan uranium, lalu sanksi diperketat, dan boom—lingkungan risiko rendah di mana semua orang lari ke dolar.



Yang menarik adalah bagaimana tekanan geopolitik ini berinteraksi dengan beberapa keputusan besar bank sentral. Tiga pertemuan berat berlangsung hampir bersamaan, dan masing-masing bisa menggerakkan pasar forex cukup keras. The Fed berada di level 5,5% dan kemungkinan tetap di situ, tetapi data inflasi mulai merangkak naik—core PCE mencapai 2,8% di Mei, di atas target. Jika Powell memberi isyarat kenaikan lagi, indeks dolar bisa melewati 105. Trader sudah memperhitungkan sekitar 40% kemungkinan kenaikan seperempat poin.

Sementara itu, ECB berada di posisi yang sama sekali berbeda. Zona Euro pada dasarnya stagnan, Jerman hampir saja terjebak resesi, jadi mereka kemungkinan akan memotong suku bunga sebesar 25 basis poin. Divergensi antara The Fed yang hawkish dan ECB yang dovish ini sangat besar bagi berita perdagangan forex. EUR/USD turun dari 1,12 di April menjadi sekitar 1,08. Yen juga dihajar habis—BOJ mempertahankan suku bunga di wilayah negatif, jadi yen terus melemah melewati 155. Pejabat Jepang mengomel tentang intervensi, tapi tidak ada yang menghentikan reli dolar ini.

Melihat dari sisi teknikal, indeks dolar menembus di atas rata-rata pergerakan 200 hari, yang merupakan pola bullish klasik. Support sekarang di 103,5 dan resistance di 105,5. Jika menembus 105,5, target berikutnya di 107. Pasangan utama menunjukkan pola yang sama—EUR/USD di bawah 1,09, GBP/USD turun ke sekitar 1,24, USD/CHF mendekati 0,92. Pasar negara berkembang benar-benar hancur. Lira Turki mencapai level terendah, Rupee India menguji 84, Real Brasil melemah seiring harga komoditas merosot.

Komoditas juga terkena dampak keras. Emas turun di bawah $2.300, turun sekitar 5% bulan ini. Perak di $28. Harga minyak tetap tinggi di sekitar $85 per barel, yang menarik karena biasanya itu mendukung dolar. Konsumen AS mendapatkan impor yang lebih murah, membantu inflasi, tetapi eksportir AS menghadapi hambatan besar karena dolar yang kuat membuat barang mereka lebih mahal di luar negeri.

Masalah sistemik utama di sini adalah utang negara-negara berkembang. Negara-negara ini memiliki sekitar $13 triliun kewajiban dalam denominasi dolar secara global. Setiap 10% apresiasi dolar menambah biaya layanan utang mereka sebesar $1,3 triliun. Negara seperti Pakistan, Mesir, Argentina benar-benar merasakan tekanan ini saat ini. Ini bukan lagi sekadar berita perdagangan forex—ini risiko stabilitas keuangan nyata.

Secara historis, dolar selalu menguat selama krisis geopolitik. Situasi sandera Iran 1979 membuatnya melompat 10%. Pandemi 2020 juga sama. Jadi pola ini bukan hal baru, tetapi skala utang dolar global membuatnya lebih rapuh. Mohamed El-Erian dari Allianz cukup vokal tentang ini sebagai pedang bermata dua—dolar yang kuat membantu AS melawan inflasi tetapi juga mengganggu kestabilan ekonomi negara berkembang.

Minggu-minggu ke depan sangat krusial. Jika The Fed terdengar hawkish dan ECB/BOJ mengecewakan ekspektasi dovish, kekuatan dolar bisa berlanjut lebih jauh. Tapi jika ada terobosan diplomatik terkait situasi Iran atau bank sentral memberi sinyal pelonggaran yang lebih agresif, kita bisa melihat pembalikan. Bagi siapa saja yang mengikuti berita perdagangan forex, ini adalah setup yang harus diperhatikan. Ukuran posisi dan stop-loss sangat penting saat ini karena volatilitas bisa melonjak tajam ke salah satu arah.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan