Pasar langsung terkejut dengan data non-pertanian AS: Wall Street baru saja bersiap untuk menurunkan suku bunga, 115.000 orang kehilangan pekerjaan menyadarkan pasar



Perasaan Wall Street akhir-akhir ini sangat mirip dengan saat bos tiba-tiba mengadakan rapat saat jam pulang.
Awalnya semua orang berpikir:
Ekonomi AS hampir tidak bisa bertahan lagi.
Federal Reserve seharusnya sudah mulai menurunkan suku bunga.
Hasilnya saat data non-pertanian April keluar:
Tambah 115.000 pekerjaan.
Langsung jauh melampaui ekspektasi pasar sebesar 70.000.
Pasar keuangan langsung menampilkan “adegan facepalm” besar-besaran.
Yang paling parah adalah mereka yang sudah bertaruh pada penurunan suku bunga.
Sehari sebelumnya di media sosial mereka menganalisis:
“Ekonomi menunjukkan tanda-tanda perlambatan, Federal Reserve akan segera menjadi dovish.”
Setelah data diumumkan keesokan harinya:
Dolar menguat.
Imbal hasil obligasi AS melonjak.
Para trader ekspresinya mulai mengeras.
Karena data ini menunjukkan satu hal:
Pasar tenaga kerja AS, lebih mampu bertahan dari yang diperkirakan.
Dulu banyak orang menganggap ekonomi AS seperti ponsel yang hampir kehabisan baterai.
Sekarang mereka menyadari:
Mungkin ekonomi itu diam-diam mengaktifkan mode hemat energi.
Yang paling aneh adalah, ekonomi AS sudah berturut-turut selama beberapa tahun diprediksi akan melemah.
Tapi setiap kali pasar merasa resesi akan terjadi,
data ketenagakerjaan AS selalu bisa tiba-tiba bangkit kembali.
Netizen mulai mengeluh:
“Ekonomi AS seperti penjahat di drama,
sudah jatuh delapan kali,
tapi episode berikutnya tetap bisa bangkit lagi.”
Mengapa tenaga kerja bisa bertahan begitu kuat?
Alasannya sangat sederhana:
AS sekarang memasuki “Era Layanan Super”.
AI, kesehatan, logistik, restoran, hiburan, semuanya terus merekrut.
Terutama banyak perusahaan meskipun melakukan PHK di bidang teknologi,
pos layanan dasar malah kekurangan tenaga.
Akibatnya muncul fenomena ajaib di AS:
Programmer Silicon Valley menganggur.
Restoran ayam goreng merekrut secara besar-besaran.
Struktur ekonomi mulai mengalami fragmentasi serius.
Yang lebih penting lagi:
Tenaga kerja yang kuat berarti konsumsi masih bisa bertahan.
Inti ekonomi AS sebenarnya bergantung pada apa?
Pada pengeluaran rakyat.
Selama ada orang yang bekerja dan menerima gaji,
kartu kredit tetap bisa digunakan.
Itulah mengapa Federal Reserve sekarang sangat dilematis.
Inflasi belum benar-benar hilang.
Tenaga kerja lebih kuat dari perkiraan.
Menurunkan suku bunga terlalu cepat, takut inflasi kembali hidup.
Tidak menurunkan suku bunga, takut ekonomi tiba-tiba mengalami hard landing.
Jadi pasar akhirnya mengerti:
Federal Reserve bukan tidak mau menurunkan suku bunga.
Tapi orang Amerika masih bekerja keras.
Yang paling lucu adalah pasar modal.
Dulu semua orang berpikir:
“Data buruk=penurunan suku bunga=berita baik.”
Sekarang tiba-tiba menyadari:
Ekonomi yang terlalu baik justru menjadi risiko.
Karena semakin kuat tenaga kerja,
Federal Reserve punya alasan lebih untuk mempertahankan “suku bunga tinggi.”
Jadi suasana paling kompleks di Wall Street saat ini adalah:
Ekonomi AS terlalu buruk akan jatuh,
terlalu baik juga akan jatuh.
Pasar akhirnya memasuki era keuangan kuantum.
BTC0,89%
Lihat Asli
post-image
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan