Belakangan ini saya memperhatikan perubahan pasar yang cukup menarik. Tesla mulai menjual Model 3 buatan China di Kanada, yang sebelumnya sama sekali tidak mungkin terjadi tahun lalu.



Awal tahun lalu, Kanada mengenakan tarif 100% untuk kendaraan listrik dari China, sehingga Tesla terpaksa beralih ke model buatan AS. Tapi ini menimbulkan masalah baru—setelah mengenakan tarif 25% untuk kendaraan AS, harga Model 3 sempat melonjak mendekati 80.000 dolar Kanada. Awal tahun ini, Mark Carney mencapai kesepakatan dengan Beijing, dan tarif kendaraan listrik China secara signifikan turun menjadi 6,1%, membuka peluang tersebut.

Sekarang Tesla meluncurkan Model 3 Premium RWD baru di Kanada dengan harga 39.490 dolar Kanada, sekitar 29.000 dolar AS, mencatat harga terendah untuk mobil ini di Kanada. Mobil ini berasal dari pabrik di Shanghai, jarak tempuh 463 km per pengisian, dan akselerasi dari 0 ke 100 km/jam dalam 4,2 detik. Versi performa juga turun harga 17%, dari 89.990 dolar Kanada menjadi 74.990 dolar Kanada. Menariknya, model dasar yang sama di AS dijual seharga 42.490 dolar AS, yang 31% lebih mahal dari yang dibayar konsumen Kanada. Perbedaannya terletak pada tempat produksi dan tarif yang berlaku.

Namun, pembeli di Kanada menghadapi batasan—kendaraan buatan Shanghai tidak bisa mendapatkan subsidi kendaraan listrik sebesar 5.000 dolar Kanada, karena pemerintah hanya memberi subsidi untuk kendaraan yang diproduksi di negara-negara dengan perjanjian perdagangan. Tapi meskipun begitu, 39.490 dolar Kanada tetap menjadi harga terendah yang bisa dibeli orang Kanada.

Apa yang sebenarnya mencerminkan tren ini? Perusahaan mobil China sedang memperluas ke seluruh dunia. Xiaomi baru mulai memproduksi mobil tahun lalu, dan sekarang sudah mempersiapkan masuk ke pasar Eropa. Tahun lalu di pameran mobil Beijing, pendiri Lei Jun mengemudikan SU7 dari Beijing ke Shanghai, jarak 1.300 km hanya sekali berhenti untuk mengisi daya, dan seluruh prosesnya disiarkan langsung, menarik perhatian besar. Pabrik Xiaomi di Beijing mampu memproduksi satu mobil setiap 76 detik, dengan tingkat otomatisasi di beberapa area melebihi 90%.

Xiaomi juga telah mendirikan pusat riset di Munich, yang dipimpin oleh mantan eksekutif BMW untuk menyesuaikan kendaraan agar sesuai dengan regulasi Eropa. Jerman kemungkinan akan menjadi pasar pertama Xiaomi di Eropa pada 2027. Harga mobil Xiaomi berkisar antara 27.000 euro hingga 38.000 euro, dan tahun lalu menempati posisi teratas dalam penjualan mobil seharga itu di China. Tahun ini, mereka berencana mengirimkan 550.000 unit.

BYD juga tidak kalah cepat, berencana membuka 20 toko di seluruh Kanada dalam satu tahun. Batas impor juga sedang disesuaikan, dari 49.000 unit saat ini secara bertahap meningkat menjadi 70.000 unit pada 2030.

Pasar kendaraan listrik di Eropa diperkirakan akan menyumbang 17,4% dari penjualan mobil baru pada 2025, meningkat dari 13,6% tahun sebelumnya. Tapi Uni Eropa memberlakukan tarif tambahan untuk kendaraan listrik dari China dan sedang menyelidiki apakah China memberikan subsidi yang tidak adil. Persaingan pasar memang semakin memanas, dan penyesuaian tarif di Kanada ini mungkin baru permulaan. Bagi yang tertarik, terus pantau perkembangan perusahaan mobil China ini di pasar global.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan