Keputusan mantan CTO Ripple David Schwartz kembali ramai dibahas setelah data lama menunjukkan ia pernah memegang 26 juta XRP sejak 2012. Token itu dibeli menggunakan Bitcoin (BTC), bukan hadiah dari Ripple.


Pasalnya, 14 tahun yang lalu nilai 26 juta XRP miliknya hanya sekitar US$130 ribu. Setahun kemudian angkanya naik menjadi US$390 ribu, sebelum kembali meningkat ke kisaran US$520 ribu pada 2014.
Namun, harga XRP sempat anjlok cukup dalam sepanjang 2015 hingga 2016. Rata-rata harga aset crypto tersebut hanya berada di level US$0,006 sehingga total kepemilikannya turun menjadi sekitar US$156 ribu.
Sayangnya, Schwartz justru melepas sebagian besar XRP miliknya saat harga naik sedikit di sekitar US$0,1 pada tahun 2017.
Padahal, lonjakan besar benar-benar terjadi di tahun yang sama ketika harga XRP rata-rata menyentuh US$2,3. Di titik itu, total 26 juta XRP milik Schwartz nilainya bisa tembus US$59,8 juta atau setara Rp1 triliun.
Kini, harga XRP longsor ke kisaran US$1,4 per token. Nilai itu memang masih sekitar 63 persen di bawah rekor all-time high US$3,8 yang sempat tercapai pada Januari 2018, tetapi tetap membuat kisah penjualan dini Schwartz kembali jadi bahan obrolan komunitas crypto.
Disclaimer Alert. Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR).
#GateSquareMayTradingShare
$BTC
$XRP
$GENIUS3S
XRP1,64%
BTC0,14%
GENIUS3S15,21%
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan