Baru saja menangkap sesuatu yang layak diperhatikan dalam laporan pendapatan terbaru Bank of America. Angka-angkanya memberi kita gambaran yang cukup jelas tentang ke mana arah pengeluaran konsumen, dan itu bukan gambaran cerah seperti yang digambarkan semua orang beberapa tahun lalu.



Ingat saat semua orang memprediksi resesi di tahun 2023? Ya, itu tidak terjadi. Alasannya sederhana: konsumen terus saja berbelanja. Bahkan dengan inflasi yang tinggi dan suku bunga yang naik, orang-orang tetap menggunakan kartu kredit mereka seolah tidak ada hari esok. Tapi yang perlu diperhatikan—momentum itu mulai terlihat berbeda sekarang.

CEO Bank of America cukup vokal tentang perubahan ini. Pertumbuhan pengeluaran konsumen pada dasarnya telah jatuh dari tebing, turun dari 10% tahun lalu menjadi hanya 3-4% akhir-akhir ini. Itu adalah perlambatan yang besar. Dan ketika Anda menyelami data kartu kredit, situasinya menjadi lebih menarik. Utang kartu kredit mencapai $1,13 triliun pada akhir 2023, tetapi yang benar-benar menarik perhatian saya adalah gambaran tunggakan.

Tingkat tunggakan kartu kredit nasional baru saja mencapai 3,1%—tertinggi sejak 2011. Itu bukan angka yang kecil. Sementara itu, tingkat penghapusan piutang Bank of America sendiri pada kartu kredit naik menjadi 3,62% dalam kuartal terbaru mereka, melanjutkan tren yang telah berkembang selama beberapa kuartal berturut-turut. Tingkat penghapusan bersih bank secara keseluruhan melonjak menjadi 0,58% dari 0,45% di kuartal sebelumnya.

Sekarang, di sinilah yang menjadi menarik. CFO Bank of America sebenarnya mengatakan mereka melihat beberapa tanda awal stabilisasi—laju kenaikan tunggakan melambat dibandingkan kuartal sebelumnya. Itu bisa berarti pengeluaran konsumen menemukan titik dasar, atau bisa juga hanya jeda sementara sebelum situasi memburuk. Bank ini bertaruh pada normalisasi seiring berjalannya tahun.

Satu hal yang patut dicatat adalah bahwa basis pelanggan Bank of America tidak biasa. Rata-rata skor FICO dari peminjam kartu kredit mereka adalah 777, sementara pelanggan pinjaman mobil berada di 801. Itu jauh di atas rata-rata nasional sekitar 715. Jadi jika situasi memang melambat lebih jauh, basis pelanggan mereka yang relatif makmur mungkin akan bertahan lebih baik daripada pemberi pinjaman lain yang melayani segmen yang lebih berisiko.

Pertanyaan sebenarnya sekarang adalah apakah kita sedang melihat stabilisasi nyata dalam pengeluaran konsumen atau hanya jeda sementara. Jika tunggakan terus meningkat dari sini, itu bisa menandakan tekanan nyata dari konsumen di depan. Itulah poin data yang harus dipantau dengan cermat.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan