Saya menemukan kebiasaan terburuk yang paling sering saya lakukan: saat pasar spot naik, langsung ingin mengambil keuntungan, akhirnya malah terlewatkan; saat kontrak bergejolak, ingin menambah leverage untuk menyeimbangkan, hasilnya satu jarum langsung mengajari saya. Singkatnya, manajemen posisi hanya satu kalimat manusia: jangan gunakan uang yang sama untuk memenuhi dua emosi sekaligus yaitu “ingin cepat untung” dan “takut rugi”.



Sekarang saya membagi menjadi tiga bagian secara sederhana dan kasar: posisi jangka panjang anggap saja tidak terlihat, harga berayun apa pun tidak bergerak; posisi dinamis hanya melakukan spot, jika ingin bermain-main gunakan itu, rugi pun tidak mempengaruhi tidur; kontrak paling hanya sebagai alat, posisi kecil sampai saya bersedia mengakui kesalahan, stop loss sudah ditulis sebelumnya, jangan keras kepala saat di lapangan. Baru-baru ini Layer2 lagi ramai membandingkan TPS, biaya, dan subsidi, saya melihat lebih banyak malah mengingatkan diri sendiri: meskipun narasi besar, jangan anggap posisi sebagai suara pemungutan suara.

Kali berikutnya saya akan menulis dulu “kerugian terburuk dari transaksi ini” sebelum memulai… Bagaimana kalian menjaga agar tidak sembarangan menambah posisi saat bergejolak?
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan