#OilPriceRollerCoaster


Pasar minyak telah mengalami perjalanan yang liar belakangan ini. Minyak mentah Brent melonjak sekitar $116 per barel awal minggu ini sebelum kembali ke kisaran sekitar $98-$109. Volatilitas ini berasal dari ketegangan yang sedang berlangsung di Selat Hormuz, sebuah titik kritis untuk pengiriman minyak global.

Wall Street awalnya menyambut baik saat harga mereda dari puncaknya, dengan S&P 500 dan Nasdaq mencapai rekor baru. Namun, kekhawatiran pasokan tetap menjadi perhatian utama. Barclays baru-baru ini menaikkan perkiraan Brent 2026 menjadi $100 per barel, mengutip gangguan yang berkepanjangan di Hormuz. Pasar saat ini mengalami defisit sekitar 6,6 juta barel per hari.

Futures WTI telah mundur ke sekitar $91-$92, turun dari puncak terakhir. Beberapa analis memperkirakan Brent akan rata-rata sekitar $60 untuk seluruh tahun, meskipun banyak tergantung pada apakah situasi di Selat Hormuz akan stabil. Jika gangguan berlanjut hingga Mei, harga bisa melonjak kembali ke sekitar $110.

Sektor energi tetap sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik, menjadikan ini pasar trader dengan volatilitas tinggi yang akan datang.
Lihat Asli
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • 2
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
MrFlower_XingChen
· 3jam yang lalu
Ke Bulan 🌕
Lihat AsliBalas0
HighAmbition
· 4jam yang lalu
baik 👍👍👍 baik
Lihat AsliBalas0
  • Sematkan