Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
CFD
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
GateRouter
Pilih secara cerdas dari 40+ model AI, dengan 0% biaya tambahan
#BitcoinFallsBelow80K
Perebutan Kendali: Afrika Jadi Medan Perang Persaingan Teknologi Keuangan AS vs China
Benua Afrika kini terjepit di tengah perebutan pengaruh digital antara Amerika Serikat dan China yang kian agresif. Laporan terbaru Irregular Warfare Initiative (IWI) pada Rabu (6/5) mengungkapkan bahwa kedua kekuatan global tersebut sedang berlomba menanamkan kendali melalui infrastruktur keuangan. China secara sistematis mendorong sistem CIPS untuk memutus ketergantungan pada Dolar, sementara AS memperketat pengawasan melalui standar ISO 20022. Bagi negara-negara Afrika, kedua teknologi ini membawa risiko serupa: hilangnya kedaulatan atas data dan sistem keuangan nasional mereka.
Di level akar rumput, rakyat Afrika mulai beralih ke Web3 dan stablecoin sebagai pelarian dari inflasi dan sistem perbankan tradisional yang dianggap usang. Namun, langkah ini justru menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, teknologi ini menawarkan kemandirian; di sisi lain, infrastruktur blockchain yang ditawarkan pihak asing baik BSN milik China maupun platform Web3 yang didominasi modal Barat tetap menyimpan risiko pengintaian dan eksploitasi data. Afrika kini berisiko hanya menjadi objek uji coba dalam perlombaan senjata finansial yang tidak memihak pada kepentingan lokal.
Urgensi kedaulatan digital kini menjadi harga mati bagi pemimpin Afrika untuk menghindari ketergantungan permanen pada salah satu blok. Bergantung pada sistem China berarti tunduk pada protokol tertutup Beijing, namun sepenuhnya mengikuti standar Barat juga berarti memberikan akses penuh bagi lembaga keuangan internasional untuk mendikte ekonomi domestik. Tantangan besar benua ini adalah membangun regulasi mandiri yang tangguh, sebelum mereka benar-benar kehilangan kontrol atas masa depan digitalnya di tangan kekuatan global.