Belakangan ini melihat makro benar-benar mempengaruhi feeling saya saat melakukan order: saat suku bunga naik, uang menjadi lebih mahal, pasar cenderung menjadi "tidak sabar", preferensi risiko menyusut, bahkan saya yang tidak mengikuti tren pun secara tidak sadar ingin mengurangi posisi, lebih suka kosong daripada bertahan keras. Sebaliknya, jika ekspektasi suku bunga sedikit melonggar, saya baru berani mengubah posisi dari "hidup" menjadi "dapat menghasilkan sedikit". Singkatnya, makro bukan memberitahu apa yang harus dibeli, tetapi memberitahu apakah sebaiknya kita menempatkan diri di ujung pisau. Semalam melihat tingkat biaya dana kembali ekstrem, di grup ramai berdebat apakah akan berbalik atau terus menggelembung, pendekatan saya tetap sama: tidak menebak arah, pertama bersihkan leverage, potong setengah posisi, simpan peluru dan tunggu emosi tenang dulu. Saya menyesal bukan karena hasilnya, tetapi karena setiap kali merasa "ini berbeda" lalu mengabaikan pengendalian risiko. Begini dulu, bertahan hidup lebih penting dari apa pun.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan