Belakangan ini banyak orang membahas tentang trading kuantitatif, jujur saja agak terkejut. Hal ini sebenarnya cukup sulit bagi trader ritel, kebanyakan orang hanya mengakses aplikasi orang lain, kode skrip, tetapi ada logika yang sangat sederhana—jika seseorang benar-benar menghasilkan uang melalui trading kuantitatif, bahkan bisa mendapatkan keuntungan secara stabil, mengapa mereka harus menjual perangkat lunak? Pertanyaan ini patut dipikirkan.



Apa sebenarnya trading kuantitatif itu? Singkatnya, adalah menggunakan model matematika dan program komputer untuk mengarahkan keputusan trading, sepenuhnya bergantung pada data dan algoritma, bukan intuisi manusia. Ia bergantung pada data historis dan data real-time dalam jumlah besar, melalui sistem otomatis mengenali peluang, menghasilkan sinyal, dan mengeksekusi beli/jual. Terlihat sangat canggih, tetapi inti logikanya adalah menggantikan emosi dengan data.

Lihat saja institusi besar seperti Fantom Quant, pendirinya Liang Wenfeng, apakah mereka pernah menjual perangkat lunak trading kuantitatif? Tidak. Mereka benar-benar melakukan trading kuantitatif untuk layanan pengelolaan aset internal atau klien institusi, bukan menjual ke ritel. Apa artinya ini? Trading kuantitatif yang benar-benar menghasilkan uang sama sekali tidak perlu bergantung pada menjual perangkat lunak untuk hidup.

Sekarang di pasar, apa yang orang sebut sebagai "trading kuantitatif" sebenarnya jauh dari level institusi. Singkatnya, itu adalah beberapa alat trading otomatis—berbasis aturan sederhana (seperti crossover moving average, grid trading, dan semacamnya)—yang secara otomatis menghasilkan sinyal atau mengeksekusi beli/jual. Memang, batasannya berkurang, orang biasa juga bisa menggunakannya, tetapi pada dasarnya tetap alat trading yang diprogram, bukan trading kuantitatif sejati.

Sistem trading kuantitatif yang bisa diakses trader ritel kebanyakan hanya memanfaatkan platform atau robot yang sudah ada, mengatur indikator dasar untuk otomatisasi. Jujur saja, banyak dari "sistem trading kuantitatif" yang ada bahkan tidak sebaik menggunakan robot trading dan alat strategi bawaan Binance. Setidaknya, alat dari exchange lebih stabil, sedangkan yang dijual di luar sana? Kebanyakan adalah jebakan.

Keunggulan trading kuantitatif memang tidak bisa disangkal—objektif, konsisten, dan mampu memproses data besar secara efisien. Tapi keterbatasannya juga jelas: model didasarkan pada data historis, saat menghadapi peristiwa black swan bisa langsung gagal; terlalu dioptimasi juga mudah mengalami "overfitting", backtest terlihat bagus tapi saat real trading malah rugi. Inilah mengapa trading kuantitatif yang sukses membutuhkan pengoptimalan berkelanjutan dan manajemen risiko, bukan sesuatu yang statis.

Yang ingin saya katakan adalah, jangan selalu berpikir untuk mencari jalan pintas. Jika ada metode yang sangat sederhana dan mudah membuatmu kaya, penciptanya pasti tidak akan membagikannya dengan mudah. Peluang di blockchain memang banyak, tetapi kuncinya adalah kesabaran dan disiplin. Pilih alat yang terpercaya (seperti yang ada di exchange), bisa membantu menghindari trading emosional, tetapi tidak akan pernah ada "dapat uang tanpa usaha" alias "cuma duduk santai dapat uang".

Kekayaan sejati berasal dari akumulasi jangka panjang, bukan dari impian cepat kaya. Tenanglah, langkah demi langkah, baru bisa benar-benar memahami pasar dan diri sendiri.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan