Ketika saya mulai mempelajari analisis grafik yang serius, saya menyadari bahwa sebagian besar pemula hanya tidak tahu cara membaca pasar. Mereka melihat grafik, tetapi tidak melihat apa yang sebenarnya terjadi di sana. Yang terjadi di sana adalah pekerjaan para pemain besar — bank, dana, pemain institusional, yang membentuk pasar dengan posisi besar mereka.



Berikut dua konsep yang mengubah pendekatan saya terhadap trading: blok order dan imbalance. Kedengarannya rumit, tetapi sebenarnya ini sederhana. Blok order adalah zona di grafik di mana pemain besar mengumpulkan order beli atau jual mereka. Ketika Anda belajar mengenali mereka, Anda akan memahami ke mana pasar akan bergerak selanjutnya.

Menemukan blok order tidak begitu sulit seperti yang terlihat. Biasanya, terbentuk di tempat di mana harga secara tiba-tiba berbalik arah. Di grafik, ini terlihat seperti lilin terakhir (atau sekelompok lilin) berwarna berlawanan sebelum pergerakan besar. Misalnya, jika ada rangkaian lilin merah, lalu tiba-tiba muncul lilin hijau besar — ini adalah zona potensial di mana pemain besar mulai membeli. Itulah yang akan menjadi blok order Anda.

Ada dua tipe: blok order bullish, ketika pemain besar membeli dalam jumlah besar sebelum kenaikan, dan bearish, ketika mereka menjual dalam jumlah besar sebelum penurunan. Secara praktis, jika Anda menemukan blok order bullish di grafik Bitcoin, Anda bisa mengharapkan harga akan kembali ke zona ini untuk pengujian ulang.

Sekarang tentang imbalance. Ini adalah sesuatu yang sering dilewatkan trader, meskipun sangat penting. Imbalance adalah area di grafik di mana permintaan secara tajam melebihi penawaran (atau sebaliknya). Tampaknya seperti zona “kosong” di antara lilin-lilin, di mana harga belum pernah berada. Ketika pemain besar dengan cepat menempatkan order mereka, mereka meninggalkan celah ini. Pasar cenderung kembali ke celah ini untuk mengisinya.

Mengapa semua ini terkait? Karena blok order dan imbalance sering bekerja bersama. Pemain besar menempatkan order mereka di blok order, menciptakan imbalance, lalu harga kembali untuk mengisi imbalance tersebut. Bagi pemula, ini berarti satu hal: Anda memiliki sinyal untuk masuk posisi.

Secara praktis, begini. Misalnya, Anda melihat grafik 4 jam. Anda menemukan blok order bullish — zona di mana harga tiba-tiba berbalik ke atas. Kemudian, cari imbalance di dekat zona ini. Jika imbalance berada tepat di dalam blok order, itu adalah sinyal yang sangat kuat. Anda bisa menempatkan order limit beli langsung di zona ini, pasang stop-loss di bawah blok order, dan target profit di level resistance berikutnya.

Saran saya untuk pemula: mulai dari timeframe yang lebih besar. Pada grafik satu jam atau 4 jam, blok order terbentuk lebih jarang, tetapi sinyalnya lebih andal. Pada grafik menit, banyak, tetapi setengahnya adalah noise. Selain itu, kombinasikan metode ini dengan alat lain. Level Fibonacci, volume, garis tren — semua ini bisa mengonfirmasi sinyal Anda.

Saya sarankan berlatih di akun demo sebelum mempertaruhkan uang nyata. Tinjau grafik historis, pikirkan di mana blok order akan terbentuk, bagaimana mereka akan bekerja di masa lalu. Ini akan memakan waktu, tetapi sepadan.

Pada akhirnya, blok order dan imbalance bukanlah sihir. Mereka hanyalah alat untuk memahami bagaimana pemain besar bermain di pasar. Ketika Anda belajar mengenali mereka, analisis Anda akan menjadi jauh lebih akurat. Dan akurasi adalah setengah dari keberhasilan dalam trading. Setengah lainnya adalah disiplin dan kesabaran.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan