Kata Buffett yang terkenal: Saat orang lain serakah, aku takut; saat orang lain takut, aku serakah. Kedengarannya sederhana, tetapi benar-benar melaksanakan dalam trading adalah hal yang paling sulit.



Saya sendiri juga telah mengalami berkali-kali kebingungan seperti ini. Kadang-kadang saat posisi mendapatkan keuntungan sedikit, hati mulai gelisah, takut uang yang susah payah didapatkan akan kembali hilang, lalu buru-buru mengambil keuntungan dan mengamankan posisi. Hasilnya? Pasar masih berlanjut, tampak bahwa seharusnya bisa mendapatkan lebih banyak. Kadang saya memutuskan untuk bertahan, membiarkan keuntungan berjalan, tetapi tiba-tiba pasar berbalik, keuntungan menguap seketika, dan saat itu mulai menyesal, menyalahkan diri sendiri terlalu serakah.

Perasaan seperti ini, saya yakin semua yang trading saham, futures, atau forex pasti mengerti. Saat Anda membeli di posisi rendah dan naik ke level yang cukup bagus, pasar mulai koreksi, Anda terjebak dalam dilema: apakah harus keluar atau tetap bertahan? Berbagai suara datang silih berganti, tidak ada yang bisa memberi jawaban pasti. Setelah keluar, harga malah naik lagi, Anda menyesal sambil memukul paha; jika tidak keluar dan harga turun lebih dalam, Anda mulai menyalahkan diri sendiri karena terlalu serakah.

Sebenarnya banyak trader retail terjebak dalam lingkaran aneh ini, sebut saja seperti orang yang menjadi ahli setelah kejadian. Bahkan jika diulang lagi, sangat sulit untuk menilai secara tepat kapan harus serakah dan takut, kapan harus berbalik, karena di pasar manusia seringkali mentalnya tegang, tidak mampu membuat penilaian rasional. Saat trading, seringnya terlalu serakah atau terlalu takut, akhirnya hanya membuang waktu dan tenaga, semua itu akibat pengendalian psikologi yang kurang.

Saya menemukan bahwa trader yang gagal biasanya menunjukkan empat pola utama. Yang pertama adalah mengambil keuntungan kecil lalu keluar, dan saat rugi langsung menutup posisi, ini dipicu oleh ketakutan. Yang kedua adalah menambah posisi melawan tren, meskipun sudah rugi tetap tidak mau mengaku kalah, malah berharap pasar berbalik, hasilnya seringkali kerugian semakin besar. Yang ketiga adalah mengikuti arus secara buta, saat naik langsung ikut beli, saat turun langsung jual, tanpa rencana. Yang keempat adalah melakukan trading dengan posisi besar, menaruh semua modal sekaligus.

Dua pola pertama didominasi oleh ketakutan, sedangkan dua pola terakhir didominasi oleh keserakahan. Keserakahan membuat Anda tidak bisa menahan diri untuk mengejar saat pasar naik, dan panik saat pasar turun. Kadang keberuntungan berpihak dan mendapatkan keuntungan, tetapi biasanya akhirnya mengalami kerugian besar.

Solusi yang sebenarnya sangat sederhana: membangun sebuah sistem trading yang lengkap. Sistem ini harus memiliki aturan masuk dan keluar yang jelas, sesuai dengan prinsip "menghentikan kerugian, membiarkan keuntungan berjalan", dan pengelolaan modal harus disiplin. Jika Anda menjalankan dengan ketat, Anda bisa sangat efektif mengatasi keserakahan dan ketakutan.

Yang menarik, masyarakat manusia terus berkembang, dari peradaban pertanian ke industri mekanik, lalu ke era informasi, kehidupan material semakin makmur, teknologi terus maju pesat, tetapi satu hal yang tidak pernah berevolusi adalah sifat manusia. Namun, individu bisa berkembang. Para trader profesional, melalui pengalaman dan refleksi terus-menerus, mampu mengalahkan ketakutan dan keserakahan dalam diri mereka, akhirnya menjadi pemenang di pasar. Sebagian besar trader seumur hidupnya berjuang melawan kelemahan manusia mereka sendiri.

Karena sifat manusia tidak berubah selama berabad-abad, kita bisa memikirkannya dari sudut pandang berbeda. Dengan bantuan alat analisis untuk memahami psikologi umum investor di pasar, dan melihat ritme serakah dan takut orang lain, kita bisa mengurangi risiko sendiri dengan lebih baik.

Pada akhirnya, investor harus selalu menghormati pasar, melihat kondisi pasar secara rasional, dan secara terencana mengatasi kelemahan manusia. Dalam lingkup yang kita kuasai dan kontrol, terus mengasah dan memperbaiki pemahaman trading kita. Inilah satu-satunya cara untuk bertahan dalam jangka panjang.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan