Belakangan ini saya meninjau kembali teori seorang ekonom, semakin saya pelajari semakin menarik. Dia bernama Zhou Jintao, sebelumnya menjabat sebagai kepala ekonom di CITIC Securities, dan pernah mengemukakan sebuah konsep bernama Siklus Kondratiev, digunakan untuk menjelaskan pola gerak ekonomi jangka panjang. Saya merasa sudut pandang ini cukup memberi pencerahan dalam memahami pasar saat ini dan akumulasi kekayaan pribadi.



Siklus Kondratiev telah berjalan selama lima gelombang sejak Revolusi Industri hingga sekarang. Gelombang pertama adalah tekstil dan mesin uap (1782-1845), gelombang kedua adalah baja dan kereta api (1845-1892), gelombang ketiga adalah listrik dan kimia berat (1892-1948), gelombang keempat adalah mobil dan komputer (1948-1991), gelombang kelima adalah revolusi teknologi informasi (1991 hingga sekarang). Setiap gelombang mendorong perkembangan zaman secara keseluruhan, tetapi yang penting adalah, kedatangan siklus ini tidak pernah bergantung pada kehendak individu.

Zhou Jintao pernah berkata dengan sangat berkesan: "Akumulasi kekayaan sepenuhnya berasal dari peluang yang diberikan oleh waktu dalam pergerakan siklus ekonomi." Dengan kata lain, apakah kamu menghasilkan uang atau tidak, tidak sepenuhnya tergantung pada seberapa pintar kamu, melainkan apakah kamu berada di waktu yang tepat. Ini terdengar seperti takdir, tetapi berdasarkan data sejarah, prediksinya memang cukup akurat. Pada 2007, dia memperingatkan krisis subprime, dan pada 2015 meramalkan gelombang kedua dari resesi Kondratiev, yang menyebabkan pasar saham global jatuh drastis. Pada 2016, dia memperkirakan ekonomi China mendekati dasar, dan komoditas akan rebound, dan prediksi itu pun terbukti benar. Prediksi-prediksi ini bukan sekadar tebakan, melainkan berdasarkan kerangka teori siklus Kondratiev.

Dia juga terkenal dengan penilaiannya terhadap siklus properti. Dia mengatakan bahwa siklus properti berlangsung sekitar 20 tahun, dan seseorang hanya akan menghadapi peluang ini paling banyak dua kali dalam hidupnya. Dia secara tegas menyatakan bahwa puncak properti di China terjadi pada 2014, dan kenaikan harga di kota-kota utama pada 2016 hanyalah rebound dari pasar bearish, dan menyarankan untuk mempertimbangkan menjual properti investasi pada paruh pertama 2017. Melihat kembali, ketepatan prediksi ini benar-benar mengagumkan.

Namun, bagi saya, teori yang paling memberi inspirasi adalah tentang peluang kekayaan dalam hidup. Zhou Jintao mengatakan bahwa dalam masa aktivitas ekonomi utama selama 60 tahun, peluang kekayaan dari siklus Kondratiev hanya ada tiga kali. Berdasarkan kerangka analisisnya, yang pertama di tahun 2008 (sudah lewat), yang kedua di tahun 2019 (juga lewat), dan yang ketiga di sekitar tahun 2030 (masih menunggu). Dia juga memberi saran untuk orang-orang di berbagai usia, mengatakan bahwa mereka yang lahir setelah 1985 dan berusia di bawah 30 tahun saat ini, peluang kekayaan pertama hanya akan muncul pada 2019, jadi jika saat itu usia kamu belum cukup, peluang itu benar-benar terlewatkan. Kedengarannya cukup keras, tetapi ini adalah realitas siklus.

Dia juga mengembangkan sebuah kerangka siklus lengkap yang disebut teori tiga siklus bersarang. Siklus Kondratiev adalah siklus panjang 50-60 tahun, siklus properti sekitar 20-25 tahun (siklus Kuznets), siklus pengeluaran modal 9-11 tahun (siklus Juglar), dan siklus inventori 3-4 tahun (siklus Kitchin). Dalam satu siklus Kondratiev lengkap, terdapat 3 siklus properti, 6 siklus pengeluaran modal, dan 18 siklus inventori. Dia mengatakan secara lugas: "Hidupmu adalah satu Siklus Kondratiev, tiga siklus properti, sembilan siklus investasi aset tetap, dan delapan belas siklus inventori." Deskripsi ini meskipun terdengar seperti takdir, tetapi cukup akurat.

Dari kerangka teorinya, periode kejayaan Siklus Kondratiev kelima adalah 1991-2004, masa resesi adalah 2004-2015, dan masa depresi adalah 2015-2025. Masa depresi ini sudah berlalu, dan kita sekarang berada di tahap baru. Dia pernah mengatakan bahwa selama masa depresi, yang terpenting bukanlah menghasilkan uang, melainkan menjaga nilai dan likuiditas. Dua prinsip ini sangat penting di masa itu. Dia juga menekankan bahwa pada 2018-2019 adalah titik balik penting dari siklus Kondratiev, di mana harga aset akan mencapai titik terendah akhir.

Melihat kembali teori-teori ini, yang paling patut dipikirkan adalah pemahaman tentang esensi siklus. Dia pernah menulis: "Menyadari bahwa segala sesuatu memiliki aturan sendiri, dan dalam skala waktu yang cukup panjang, bahkan batuan dari lahir hingga menjadi partikel debu memiliki masa hidupnya sendiri. Jadi jangan berusaha melampaui siklus." Sudut pandang ini cukup mendalam. Banyak dari kita berusaha mengalahkan pasar, mengungguli siklus, tetapi mungkin cara paling cerdas adalah memahami siklus itu sendiri, lalu mengikuti arusnya.

Sekitar tahun 2030, peluang kenaikan siklus Kondratiev berikutnya akan datang. Bagi kita saat ini, memahami pola ekonomi jangka panjang ini mungkin lebih penting daripada fluktuasi pasar jangka pendek. Bagaimanapun, memahami siklus Kondratiev memungkinkan kita memahami posisi kita dalam sejarah; memahami pola ini akan membantu kita menemukan irama kita sendiri di gelombang yang tak terhindarkan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan