Anda tahu, saya sudah lama ingin memahami bagaimana sebenarnya perkembangan Depresi Besar dan apa penyebab keruntuhan sebesar itu. Karena jika memahami mekanisme bagaimana ekonomi bisa jatuh pada tahun 1929, ini membantu kita melihat risiko yang lebih baik dalam sistem modern.



Semua ini tidak terjadi tanpa alasan. Penyebab Depresi Besar bukan hanya satu, tetapi serangkaian faktor yang bertepatan pada saat yang sama. Pada Oktober 1929 terjadi keruntuhan pasar saham yang terkenal — Black Tuesday. Sebelumnya, dekade penuh dengan spekulasi, harga saham melambung tinggi, orang-orang berinvestasi sebagian besar dengan uang pinjaman. Ketika kepercayaan menghilang dan harga mulai jatuh, terjadi reaksi berantai. Jutaan orang Amerika kehilangan tabungan mereka dalam satu hari.

Tapi itu baru permulaan. Kepanikan menyebabkan penarikan dana secara massal, dan bank mulai bangkrut satu per satu. Orang-orang yang kehilangan segalanya berhenti mengeluarkan uang. Kredit ditutup. Perusahaan tidak bisa mendapatkan pendanaan. Produksi menurun. Begitulah awal mula Depresi Besar — penyebabnya saling terkait dan memperkuat satu sama lain.

Krisis ini tidak hanya di Amerika. Eropa, yang sudah melemah akibat Perang Dunia I, kehilangan pasar untuk ekspornya. Pemerintah mulai memberlakukan tarif proteksionis (saya ingat tarif Smoot-Hawley tahun 1930), yang memicu langkah balasan dari negara lain. Perdagangan dunia jatuh ke jurang. Di mana-mana sama saja — meningkatnya pengangguran, penutupan perusahaan, orang-orang di ambang kemiskinan.

Di beberapa negara, tingkat pengangguran mencapai 25%. Antrian untuk makanan, tunawisma di jalanan, ribuan perusahaan bangkrut. Ini adalah ledakan sosial dan politik. Orang-orang mencari jalan keluar, dan ini menyebabkan radikalisasi sistem politik di berbagai negara.

Keluar dari neraka ini memakan waktu lama. Di AS, Roosevelt meluncurkan New Deal — program bantuan dan reformasi besar-besaran. Negara mulai menciptakan lapangan kerja melalui pekerjaan umum, mengatur bank dan bursa saham. Banyak negara memperkenalkan asuransi sosial, pensiun, jaminan untuk pengangguran. Tapi pemulihan penuh baru terjadi saat Perang Dunia II dimulai — produksi militer akhirnya menggerakkan ekonomi sepenuhnya.

Dan yang menarik: setelah itu, aturan permainan berubah selamanya. Regulator menerapkan asuransi simpanan, pengawasan terhadap sekuritas, program sosial. Negara mengambil tanggung jawab besar atas stabilitas ekonomi. Penyebab Depresi Besar yang sebagian disebabkan oleh kurangnya regulasi dan perlindungan sosial, mengajarkan para pemimpin bahwa ada mekanisme yang mencegah bencana seperti itu.

Hari ini, ketika melihat volatilitas di pasar, kita sadar bahwa pelajaran dari tahun 1930-an tetap relevan. Kerentanan sistem keuangan, pentingnya regulasi, kebutuhan perlindungan sosial — semua ini dipelajari dengan harga jutaan nyawa. Dan meskipun banyak hal telah berubah sejak saat itu, sejarah menunjukkan bahwa tanpa langkah yang tepat, ekonomi bisa jatuh sangat cepat.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan