Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
GateRouter
Pilih secara cerdas dari 40+ model AI, dengan 0% biaya tambahan
Baru saja saya menyelami salah satu kisah paling suram dalam peradilan Eropa, dan itu membuat saya terkejut. Kisah Anna Göldi bukan sekadar tragedi, melainkan demonstrasi bagaimana kekuasaan dan pengaruh dapat mengubah orang tak bersalah menjadi kambing hitam.
Semua dimulai pada tahun 1781 di kanton Glarus, ketika putri seorang dokter dan politikus berpengaruh mulai sakit secara aneh: kejang-kejang, lalu konon mengeluarkan jarum logam dari mulutnya. Terlihat seperti skenario dari film horor, tetapi ini nyata. Siapa yang menjadi sasaran kecurigaan? Anna Göldi, pembantu rumah tangga di rumah dokter tersebut.
Dan di sinilah bagian paling menarik dimulai. Sejarawan modern, misalnya Walter Hauser, mengungkapkan kebenaran: tidak ada sihir sama sekali. Semua ini hanyalah kedok. Ternyata, antara Anna Göldi dan majikannya ada hubungan asmara. Bagi orang berpengaruh, ini adalah ancaman mematikan bagi reputasi mereka. Solusinya? Menghilangkan saksi yang tidak nyaman itu sekali dan untuk selamanya.
Anna ditangkap dan dikenai penyiksaan mengerikan — digantung dengan ibu jari dan diberi beban di kaki. Di bawah tekanan seperti itu, dia tentu saja mengaku bersekongkol dengan iblis dalam bentuk anjing hitam. Kemudian dia menolak pengakuan, tetapi setelah penyiksaan baru, dia mengulanginya lagi. Skema klasik peradilan abad pertengahan.
Pengadilan berada dalam posisi sulit: pada tahun 1782, undang-undang tidak lagi mengizinkan hukuman mati untuk sihir. Tapi mereka menemukan jalan keluar — mengubah dakwaan menjadi “keracunan”, meskipun menurut hukum mereka sendiri, ini pun tidak dihukum mati. Kelincahan birokrasi demi keadilan yang tidak adil.
Pada 13 Juni 1782, Anna Göldi dibawa ke alun-alun dan dipenggal. Tubuhnya dikuburkan di bawah tiang gantungan — penguburan yang memalukan untuk hukuman yang memalukan. Eropa terkejut. Surat kabar menulis tentang Glarus sebagai negara barbar.
Tapi yang menginspirasi adalah: 226 tahun kemudian, pada tahun 2008, parlemen kanton Glarus secara resmi menyatakan Anna Göldi tidak bersalah. Rehabilitasi penuh pertama di Eropa terhadap “penyihir” oleh negara. Sekarang di kota Ennenda ada museum yang didedikasikan untuk mengenang dan hak asasi manusia. Di Glarus, ada dua lampu tetap menyala sebagai penghormatan padanya.
Kisah Anna Göldi hari ini bukan sekadar anekdot sejarah. Ini adalah peringatan tentang bagaimana institusi negara dan orang berpengaruh dapat menggunakan sistem hukum untuk menghancurkan orang yang tidak nyaman. Bahkan di era Pencerahan, ketika perburuan penyihir sudah berhenti di negara lain. Ini membuat kita berpikir tentang seberapa sering kita percaya pada versi resmi tanpa menyelidiki lebih dalam.