Belakangan ini banyak orang bertanya tentang perdagangan kontrak, saya menyadari banyak pemula masih agak bingung tentang hal ini. Sebenarnya, perdagangan kontrak secara sederhana adalah menggunakan leverage untuk memperbesar posisi trading Anda, memungkinkan Anda ikut serta dalam fluktuasi pasar yang lebih besar dengan modal yang lebih sedikit.



Pertama, mari bahas logika dasarnya. Anda memiliki 100 USDT, yakin bahwa Bitcoin akan naik dari 100 menjadi 200. Saat ini Anda bisa meminjam 900 USDT dari bursa, dengan 1000 USDT membeli 10 BTC. Ketika harga naik ke 200, Anda menjual 10 BTC tersebut, saldo akun menjadi 2000 USDT. Setelah membayar kembali pinjaman 900, Anda mendapatkan keuntungan 1000 USDT. Inilah kekuatan leverage 10 kali—dengan modal 100, Anda bisa meraih keuntungan 1000.

Tapi bagaimana jika sebaliknya? Jika harga BTC tidak naik ke 200, melainkan turun ke 95, maka 10 BTC Anda hanya bernilai 950 USDT. Jika Anda melakukan stop loss dan melunasi pinjaman 900, modal Anda tinggal 50 USDT. Jika Anda bertahan dan tidak stop loss, dan harga terus turun ke 90, maka BTC Anda hanya bernilai 900 USDT. Jika hal ini terjadi, bursa akan melihat bahwa Anda tidak mampu membayar pinjaman, dan akan melakukan forced liquidation, menjual aset Anda untuk melunasi pinjaman. Akhirnya saldo akun Anda menjadi nol, yang dikenal sebagai 'margin call' atau 'liquidasi paksa'.

Jadi, sifat pedang bermata dua dari kontrak ini adalah—ketika pasar sesuai prediksi, leverage dapat memperbesar keuntungan Anda hingga 10 kali; jika pasar berbalik, kerugian juga akan membesar 10 kali. Inilah mengapa banyak orang menyarankan pemula untuk tidak buru-buru menggunakan leverage tinggi.

Keuntungan lain dari perdagangan kontrak adalah Anda bisa melakukan short selling. Tidak seperti spot yang hanya bisa membeli naik, dalam kontrak Anda bisa menjual kontrak saat pasar sedang bearish, dan membeli kembali saat harga turun untuk mendapatkan keuntungan. Beberapa institusi profesional bahkan menggunakan posisi short dengan leverage rendah untuk hedging risiko, dengan memegang spot sekaligus membuka posisi short, sehingga apapun arah pergerakan harga, mereka tetap bisa memperoleh keuntungan.

Mengenai klasifikasi kontrak, ada dua dimensi utama. Satu adalah berdasarkan waktu penyerahan, yaitu kontrak berjangka (futures) dan kontrak perpetual. Kontrak berjangka memiliki tanggal jatuh tempo tertentu, seperti kontrak mingguan, bulanan, kuartalan, dan harus diselesaikan dengan pengiriman atau penutupan posisi saat jatuh tempo. Sedangkan kontrak perpetual tidak memiliki tanggal kedaluwarsa, Anda bisa memegangnya selama yang Anda inginkan, dan ini adalah alasan mengapa sebagian besar bursa saat ini mempromosikan produk kontrak perpetual.

Dimensi klasifikasi lainnya adalah kontrak berbasis USDT dan kontrak berbasis coin (coin-margined). Perbedaan ini cukup menarik. Kontrak berbasis USDT menggunakan USDT sebagai satuan pengukuran, Anda langsung menggunakan stablecoin untuk berpartisipasi, tanpa harus memegang aset kripto secara langsung. Ini lebih intuitif dan memudahkan pemahaman risiko dan keuntungan bagi pemula. Saat ini, mayoritas orang menggunakan kontrak perpetual berbasis USDT, seperti volume trading BTCUSDT di beberapa bursa besar jauh lebih tinggi daripada BTCUSDC.

Sedangkan kontrak berbasis coin adalah menggunakan aset kripto itu sendiri sebagai satuan pengukuran, misalnya BTC atau koin lain. Keuntungannya adalah Anda bisa langsung berpartisipasi dengan aset virtual tanpa harus menukarnya ke stablecoin, sehingga tidak kehilangan peluang kenaikan harga koin. Kontrak berbasis coin juga disebut kontrak invers di beberapa bursa.

Kalau Anda bertanya mana yang lebih baik, USDT atau coin-margined, itu tergantung gaya trading Anda. Kontrak berbasis USDT lebih ramah bagi kebanyakan orang karena menggunakan stablecoin, tekanan psikologis lebih kecil, dan risiko serta keuntungan lebih mudah dievaluasi. Sedangkan kontrak coin lebih cocok untuk trader yang yakin bahwa koin tertentu akan menguat dalam jangka panjang, karena meskipun posisi short Anda merugi, nilai koin yang Anda pegang bisa naik, sehingga bisa mengimbangi kerugian sebagian.

Untuk menghindari margin call, saran saya ada dua poin. Pertama, kendalikan leverage Anda. Leverage 10 kali hanya membutuhkan fluktuasi harga 10% berbalik untuk margin call, sedangkan leverage 100 kali hanya 1%. Jadi, pemula sebaiknya tidak serakah, mulai dari leverage rendah untuk latihan. Kedua, selalu atur stop loss. Ini adalah alat manajemen risiko paling efektif, yang secara otomatis menutup posisi saat kerugian mencapai batas tertentu, mencegah kerugian membesar bahkan margin call.

Secara keseluruhan, perdagangan kontrak adalah pedang bermata dua. Jika digunakan dengan baik, bisa mempercepat pertumbuhan modal; jika tidak, bisa menyebabkan kerugian besar dengan cepat. Yang terpenting adalah memiliki kesadaran risiko yang jelas, jangan tergiur keuntungan leverage hingga melupakan risiko.
BTC0,42%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan