Baru saja menyadari sesuatu yang menarik saat menggulir melalui alat analisis pasar hari ini. Grafik candlestick yang kita semua gunakan terus-menerus? Itu sebenarnya berasal dari seorang trader jenius tunggal di Jepang tahun 1700-an bernama Munehisa Homma. Gila, kan?



Homma beroperasi di pasar beras Sakata ketika beras bukan hanya makanan tetapi pada dasarnya mata uang dari seluruh ekonomi. Yang membedakannya dari pedagang lain adalah bahwa dia tidak hanya bereaksi terhadap pergerakan harga; dia memahami bahwa setiap aksi harga benar-benar mencerminkan apa yang dirasakan trader. Ketakutan, keserakahan, kegembiraan, kepanikan, semuanya muncul dalam perilaku pasar secara waktu nyata.

Jadi Munehisa Homma melakukan sesuatu yang brilian. Alih-alih tenggelam dalam laporan tak berujung yang mencoba memahami apa yang sedang terjadi, dia menciptakan sistem visual. Sebuah lilin dengan badan yang menunjukkan jarak antara harga pembukaan dan penutupan, dan bayangan (atau sumbu) yang menunjukkan tertinggi dan terendah. Tiba-tiba, seluruh emosi hari itu dan aksi harga menjadi terbaca dalam sekali pandang. Penyederhanaan tingkat jenius.

Yang gila adalah bahwa Homma tidak hanya berspekulasi tentang ini. Pria ini adalah trader yang luar biasa. Kita berbicara tentang lebih dari 100 perdagangan menang berturut-turut di bursa beras. Bukan keberuntungan, bukan kebetulan. Dia benar-benar telah menemukan cara membaca psikologi pasar dan dinamika penawaran-permintaan dengan sangat baik sehingga dia bisa memprediksi tren dengan akurasi yang gila.

Pikirkan ini: wawasan inti Munehisa Homma adalah bahwa pasar bukanlah sistem matematika yang dingin. Mereka adalah medan pertempuran emosional. Setelah Anda memahami psikologi yang mendorong pergerakan harga, Anda beroperasi pada tingkat yang berbeda dari semua orang lain.

Melompat ke hari ini. Setiap trader, apakah Anda melihat saham, kripto, forex, apa pun, Anda menggunakan penemuan Homma. Grafik candlestick di layar Anda saat ini? Garis keturunan langsung dari seorang trader beras Jepang abad ke-18 yang menemukan sesuatu yang sebagian besar trader hari ini masih belum sepenuhnya pahami.

Pelajaran utama dari Munehisa Homma bukan hanya tentang analisis teknikal. Ini tentang menyadari bahwa trading yang sukses bukan tentang memiliki sistem yang paling kompleks. Ini tentang kesederhanaan, memahami perilaku manusia, dan memiliki disiplin untuk berpikir berbeda. Homma membuktikan bahwa menggabungkan kecerdasan emosional dengan analisis metodis menciptakan keunggulan yang bertahan berabad-abad.

Jika Anda serius tentang trading di pasar apa pun, apakah itu altcoin musim ini atau yang lain, mempelajari bagaimana Munehisa Homma mendekati pasar bisa benar-benar mengubah perspektif Anda. Pria ini pada dasarnya menulis buku panduan untuk analisis teknikal tanpa bahkan menyadari bahwa itu akan menjadi standar global.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan