Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
GateRouter
Pilih secara cerdas dari 40+ model AI, dengan 0% biaya tambahan
#USSeeksStrategicBitcoinReserve
Eskalasi Risiko Ketegangan Selat Hormuz Picu Minyak Kembali Bullish
Fokus Crude Oil:
Setiap campur tangan AS di Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata, ujar pejabat tinggi Iran.
Tujuh anggota utama OPEC+ mengkonfirmasi rencana peningkatan produksi bulan Juni sebesar 188.000 barel per hari.
************************************************************
Senin, 04 Mei 2026 - Pada pembukaan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak terkoreksi bullish dipicu oleh meningkatnya risiko eskalasi ketegangan di Selat Hormuz menyusul rencana Proyek Kebebasan Trump. Di sisi lain, konfirmasi peningkatan produksi OPEC+ membatasi pergerakan harga lebih lanjut.
Kepala komisi keamanan nasional di parlemen Iran, Ebrahim Azizi, pada hari Minggu memperingatkan bahwa setiap campur tangan AS di Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata. Peringatan tersebut dilontarkan menyusul pengumuman Trump yang mengatakan bahwa pada Senin pagi AS akan memulai "Proyek Kebebasan" untuk membebaskan kapal-kapal yang terdampar di Selat Hormuz, dengan mengerahkan 15.000 personel militer AS, lebih dari 100 pesawat berbasis darat dan laut, serta kapal perang dan drone.
Masih dari Timur Tengah, sebuah kapal tanker dilaporkan dihantam proyektil tak dikenal saat melintas sekitar 78 mil laut di utara kota Fujairah di Uni Emirat Arab, kata badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) pada hari Senin. Serangan tersebut menyusul serangan terhadap sebuah kapal pengangkut barang curah oleh beberapa kapal kecil saat melintas ke utara sekitar 11 mil laut di sebelah barat Sirik, Iran, pada hari Minggu, tambah UKMTO.
Sementara itu, dalam pertemuan virtual yang berlangsung pada hari Minggu, tujuh negara anggota utama OPEC+ yakni Arab Saudi, Rusia, Irak, Kuwait, Kazakhstan, Aljazair, dan Oman, mengkonfirmasi akan melakukan peningkatan produksi sebesar 188.000 bph pada bulan Juni, dari penyesuaian produksi sukarela tambahan pada bulan April dan November 2023. Keputusan tersebut mengisyaratkan aliansi produsen akan terus melanjutkan peningkatan produksi meskipun UEA telah keluar, kata sumber OPEC+.
Turut membebani harga, Wakil Menteri Perminyakan Irak Basim Mohammed pada hari Sabtu menyatakan optimis bahwa produksi dan ekspor minyak Irak dapat kembali pulih ke tingkat normal dalam waktu tujuh hari pasca berakhirnya krisis di Selat Hormuz. Mohammed mengatakan produksi Irak saat ini mencapai 1,5 juta bph, dengan sekitar 200.000 bph diekspor melalui Ceyhan, sementara dua kapal tanker telah disiapkan dan dua lagi diharapkan akan tiba tergantung pada kondisi keamanan di selat tersebut.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $104 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $99 per barel.