Saya telah menemukan banyak pola candlestick selama bertahun-tahun, tetapi pola Marubozu tetap agak tersembunyi bagi sebagian besar trader. Padahal, sebenarnya cukup berharga jika kita tahu apa yang harus diperhatikan.



Marubozu pada dasarnya adalah satu lilin tanpa sumbu – tampak seperti blok persegi yang kokoh. Kata ini berasal dari bahasa Jepang dan secara harfiah berarti "kepala yang dicukur", yang masuk akal jika melihat bentuknya. Yang saya anggap menarik: Pola ini menunjukkan bahwa harga benar-benar bergerak hanya dalam satu arah. Tidak ada keragu-raguan, tidak ada kontra-gerakan – kekuatan murni ke satu arah.

Dalam varian bullish, lilin dibuka di titik terendah dan ditutup di titik tertinggi. Dalam versi bearish, kebalikannya – pembukaan di titik tertinggi, penutupan di titik terendah. Warna menunjukkan arah pergerakan: hijau atau putih untuk bullish, merah atau hitam untuk bearish.

Sekarang ke bagian terpenting: Di mana pola Marubozu muncul dalam tren yang lebih besar, itu membuat perbedaan besar. Saya mengamati bahwa biasanya muncul di tiga tempat. Pertama di awal tren baru – ini adalah skenario terbaik untuk melakukan trading. Kedua di tengah tren, saat para bull akhirnya mengambil kendali dan para bear menyerah. Dan ketiga di akhir tren yang matang, yang sebenarnya adalah sinyal peringatan bahwa pembalikan akan segera terjadi.

Jika saya mengenali pola Marubozu bullish, saya pertama-tama melihat apakah harga baru saja melonjak dari garis support atau moving average. Itu memberi saya konfirmasi tambahan. Contohnya: Pada grafik Bitcoin 2 jam, saya melihat harga melonjak dari moving average 200, diikuti oleh Marubozu bullish. Setelah itu, harga juga menembus garis resistance jangka pendek. Ini adalah beberapa konfirmasi yang menunjukkan potensi kenaikan yang lebih besar.

Untuk setup bearish, caranya serupa. Setelah puncak besar Bitcoin pada April 2021, pasar mulai melakukan koreksi. Pada 15 April, grafik 1 jam Ethereum menunjukkan pola Marubozu bearish yang bagus. Pola ini muncul di tengah tren penurunan, setelah para bull sudah menyerah. Itu adalah sinyal jelas bahwa penjual sedang menguasai pasar.

Bagaimana kamu melakukan trading dengan ini? Jika pola Marubozu bullish muncul dan muncul di awal tren baru, saya membuka posisi pada lilin berikutnya dan menempatkan stop-loss sedikit di bawah titik swing terendah terbaru. Untuk pola bearish, saya lakukan sebaliknya – stop-loss sedikit di atas swing high terakhir.

Poin penting: Marubozu biasanya adalah pola kelanjutan, kecuali muncul di akhir tren yang sudah melemah. Dalam kasus ini, bisa jadi menandakan pembalikan tren. Oleh karena itu, konteks sangat penting.

Ada juga pola Engulfing yang kadang-kadang disalahartikan. Perbedaannya jelas: Marubozu adalah formasi satu lilin, sedangkan Engulfing membutuhkan dua lilin. Selain itu, Engulfing lebih sering merupakan pola pembalikan, sementara pola Marubozu cenderung menunjukkan kelanjutan tren.

Pada akhirnya, pola Marubozu bekerja dengan baik untuk menilai suasana pasar, terutama jika muncul di awal tren baru. Tekanan ada, harga bergerak. Tapi berhati-hatilah di akhir tren yang sudah matang – di sana pola Marubozu bisa menandakan pembalikan. Seperti biasa: gunakan analisis fundamental bersama indikator teknikal lainnya. Perhatikan gambaran keseluruhan, bukan hanya satu lilin saja.
BTC1,15%
ETH0,53%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan