Pendapat Iran tentang pelanggaran gencatan senjata di Selat Hormuz


Azizi menegaskan bahwa Selat Hormuz dan kawasan Teluk Persia secara umum tidak akan tunduk pada tekanan kekuatan luar. Tambahnya, mengacu pada pernyataan terakhir yang dikeluarkan dari Washington: "Tidak ada yang akan mempercayai taktik ini untuk menyalahkan orang lain." Pernyataan pejabat ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan terkait jalur pelayaran yang mengangkut sekitar 20% minyak dunia. Iran menganggap setiap kehadiran militer laut Amerika Serikat secara sepihak sebagai pelanggaran langsung terhadap Perjanjian Gencatan Senjata 2024.
Perjanjian gencatan senjata, yang dimediasi oleh mediator regional pada akhir tahun 2024, secara tegas melarang setiap peningkatan militer asing di Teluk. Sikap Iran jelas: setiap langkah Amerika untuk menerapkan struktur keamanan baru dianggap sebagai pelanggaran. Sikap ini sejalan dengan doktrin kokoh Tehran dalam melindungi perairan wilayahnya. Pernyataan Azizi mencerminkan konsensus yang lebih luas di dalam pemerintahan Iran bahwa Selat Hormuz tetap menjadi garis merah.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan