Belakangan ini selalu berpikir, mengapa begitu banyak orang kehilangan uang saat trading? Sebenarnya masalahnya sering kali bukan pada tingkat kemenangan, tetapi pada rasio keuntungan dan kerugian.



Pertama, jelaskan apa itu rasio keuntungan dan kerugian—yaitu hubungan proporsi antara setiap keuntungan dan kerugian. Terlihat sederhana, tetapi tidak banyak orang yang benar-benar memahaminya.

Misalnya, dompetmu memiliki 100 dolar, dan setiap kali hanya mengeluarkan 10%, yaitu 10 dolar untuk trading. Sekarang masalahnya: jika tingkat kemenanganmu hanya 50%, dan rasio keuntungan dan kerugian adalah 1:1 (keuntungan 10 dolar, kerugian juga 10 dolar), maka jika kamu melakukan 10 transaksi, menang 5 kali dan kalah 5 kali, hasilnya adalah tidak untung maupun rugi. Tapi begitu biaya transaksi dan biaya modal dimasukkan, kamu mulai merugi.

Inilah mengapa rasio keuntungan dan kerugian sangat penting. Ketika rasio keuntungan dan kerugian meningkat menjadi 1:1,5, kamu hanya membutuhkan tingkat kemenangan 40% untuk mulai menghasilkan uang. Jika bisa mencapai rasio 1:2, dengan tingkat kemenangan 40% saja, kamu bisa tetap untung tanpa kerugian. Contoh yang lebih ekstrem adalah rasio 1:5, hanya membutuhkan tingkat kemenangan 20%—yang bahkan lebih rendah dari peluang lempar koin.

Saya pernah melihat seorang siswa dengan tingkat kemenangan 71% dan rasio keuntungan dan kerugian 1:1,5, tetapi setelah lebih dari sepuluh hari, tetap tidak untung maupun rugi. Ini menunjukkan bahwa tingkat kemenangan yang tinggi tidak selalu menjamin keuntungan, rasio keuntungan dan kerugian adalah faktor penentu.

Banyak pemula yang melakukan kesalahan adalah apa? Mereka melihat diri mereka sendiri menang 100% selama beberapa hari berturut-turut, lalu merasa tak terkalahkan. Tapi kenyataannya apa? Mereka melakukan terlalu sedikit transaksi. Seminggu hanya 4 transaksi, tentu tingkat kemenangan tinggi. Tapi jika mereka menganggap ini serius, meningkatkan frekuensi trading dan ukuran posisi, risiko akan muncul. Saya melihat terlalu banyak orang yang, saat sedang profit, akhirnya mengalami margin call dan kehilangan semuanya.

Sebaliknya, ada juga yang merasa tingkat kemenangan mereka terlalu rendah, melakukan puluhan bahkan ratusan transaksi dalam sehari, dan langsung masuk begitu ada sinyal. Dalam situasi ini, bahkan rasio keuntungan dan kerugian yang tinggi pun tidak akan menyelamatkanmu, karena jumlah sampelmu terlalu besar, dan tingkat kemenangan sebenarnya akan perlahan terlihat.

Jadi saran saya adalah, sebelum masuk pasar, pikirkan dulu berapa kerugian yang bisa kamu tanggung. Misalnya, memutuskan kerugian maksimal 10 dolar, lalu lihat apakah pasar bisa memberimu peluang mendapatkan 15 atau 20 dolar. Jika bisa, transaksi tersebut layak dilakukan. Jika tidak, lebih baik ditinggalkan.

Catat setiap transaksi secara jangka panjang, dan kamu akan tahu tingkat kemenangan dan rasio keuntungan dan kerugianmu yang sebenarnya. Dengan mengetahui mengapa kamu rugi, kamu juga akan tahu jenis transaksi apa yang paling cocok untukmu. Ada orang yang cocok melakukan trading dalam kisaran harga tertentu, ada yang cocok mengikuti tren, dan ada yang cocok melakukan trading rebound. Temukan gaya tradingmu sendiri, dan rasio keuntungan dan kerugianmu akan otomatis meningkat.

Saya sarankan kamu simpan tabel ini, hitung sendiri, dan kamu akan memahami mengapa rasio keuntungan dan kerugian lebih penting daripada tingkat kemenangan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan