Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
GateRouter
Pilih secara cerdas dari 40+ model AI, dengan 0% biaya tambahan
Belakangan ini saya menemukan topik yang menarik, banyak orang sebenarnya bingung tentang satu konsep dasar—mengapa kita setiap hari menggunakan Renminbi, di pasar internasional disebut CNY bukan RMB? Di balik ini sebenarnya tersembunyi banyak hal tentang sejarah dan politik ekonomi.
Pertama, mari bahas soal nama. RMB adalah singkatan pinyin dari Renminbi, dan dalam hukum serta standar nasional kita, pengakuan terhadap istilah ini sudah ada. Tapi di tingkat internasional, mereka seragam menggunakan CNY—yang ditetapkan sesuai standar kode mata uang internasional ISO 4217. Singkatnya, RMB adalah sebutan kita sendiri, sedangkan CNY adalah identitas resmi yang berlaku secara global.
Mengapa muncul perbedaan ini? Harus kita lihat kembali sejarahnya. Setelah reformasi dan keterbukaan pada tahun 1978, kita mulai masuk ke dalam sistem internasional. Pada tahun 1980, secara resmi bergabung dengan IMF, menjadi salah satu anggotanya. IMF bekerja terutama dalam bahasa Inggris dan Prancis, jadi setiap negara harus memiliki kode mata uang dalam bahasa Inggris. Sesuai kebiasaan internasional, kode tersebut terbentuk dari singkatan nama negara dalam bahasa Inggris ditambah huruf awal mata uang—China (C) dan Yuan (Y), sehingga menjadi CNY. Logika penamaan ini berlaku untuk semua negara, dolar AS adalah USD, Yen Jepang adalah JPY, Euro adalah EUR.
Yang menarik, perubahan ini mencerminkan proses yang lebih besar—internasionalisasi Renminbi. Dari yang hanya beredar di dalam negeri, perlahan menjadi mata uang cadangan internasional, ini bukan sekadar perubahan nama, tetapi juga simbol peningkatan posisi negara kita di ekonomi global. Setelah krisis keuangan Amerika Serikat tahun 2008, keunggulan dolar AS mulai tergoyahkan, dan saat itulah Renminbi benar-benar mendapatkan peluang di panggung internasional.
Saat ini, porsi Renminbi dalam cadangan devisa global masih kurang dari sepersepuluh dolar AS, tapi tren pertumbuhannya sangat jelas. Semakin banyak negara mulai menggunakan Renminbi untuk penyelesaian perdagangan, ini mencerminkan kekuatan ekonomi dan pengaruh internasional kita. Jadi lain kali melihat CNY, jangan anggap hanya sebagai kode, karena sebenarnya itu adalah cerminan dari proses keterbukaan ekonomi negara kita.