Belakangan ini banyak orang membahas tentang operasi rolling posisi, saya rasa perlu untuk membahas strategi ini dengan baik.



Sebenarnya, rolling posisi secara sederhana adalah dalam tren pasar, menggunakan keuntungan yang didapat untuk menambah posisi, sehingga rasio leverage berkurang seiring dengan pertumbuhan keuntungan, dan akhirnya mewujudkan proses keuntungan yang semakin besar seperti bola salju yang bergulir. Kedengarannya sangat menggoda, bukan?

Saya beri contoh nyata. Misalnya kamu memiliki modal 100.000, sebuah mata uang dengan harga awal 10 yuan, menggunakan leverage 20 kali untuk posisi long. Ketika harga naik ke 10,5 yuan, keuntunganmu adalah 50.000, total aset menjadi 150.000. Pada saat ini, jika kamu melanjutkan rolling posisi, seluruh 150.000 diinvestasikan kembali dengan leverage 20 kali. Jika harga naik ke 11 yuan, keuntungan bertambah lagi 75.000, total aset mendekati 230.000. Jika terus melakukan rolling posisi, proses ini seperti bunga majemuk, kecepatan pertumbuhan keuntungan akan semakin cepat.

Namun, ada satu masalah kunci — banyak orang salah memahami operasi rolling posisi ini.

Pertama, rolling posisi harus dilakukan dalam tren yang jelas. Saya maksud tren bukanlah pasar yang berfluktuasi horizontal naik turun, melainkan jalur kenaikan atau penurunan yang berkelanjutan. Jika kamu sering menambah posisi dalam pasar yang bergejolak, hasilnya adalah biaya transaksi yang bolak-balik, dan akhirnya mungkin tidak mendapatkan keuntungan sama sekali.

Kedua, setiap kali menambah posisi harus memiliki kondisi yang jelas. Misalnya, menunggu keuntungan floating stabil dari posisi sebelumnya sebelum menambah, jangan langsung menambah secara agresif saat harga naik, karena sangat mudah terjebak. Penggunaan leverage juga tidak boleh terlalu besar, leverage 100 kali misalnya, itu sama saja seperti bertaruh nyawa, satu fluktuasi kecil bisa menyebabkan margin call.

Yang paling penting adalah pengendalian risiko. Bahkan dalam tren kenaikan, kamu harus menetapkan level stop loss. Saat tren berbalik, harus segera berhenti, jangan dipaksakan. Juga ingat untuk menyisihkan sebagian dana untuk menghadapi situasi darurat, jangan semua uang diinvestasikan ke rolling posisi.

Saya pernah melihat banyak orang gagal dalam rolling posisi. Ada yang dikendalikan oleh emosi, saat harga naik langsung menambah posisi secara agresif, saat turun malah bertahan dan tidak mau keluar. Ada yang menganggap pasar bergejolak sebagai tren, dan terus rolling saat pasar sideways, hasilnya kerugian besar. Ada juga yang menggunakan leverage terlalu tinggi, satu koreksi kecil langsung margin call, keuntungan yang didapat sebelumnya hilang semua.

Jadi, inti dari rolling posisi sebenarnya adalah "stabil". Hanya digunakan dalam tren besar, jangan bergerak saat pasar berfluktuasi kecil. Tambah posisi secara bertahap, jangan langsung all-in. Siapkan stop loss kapan saja, dan berhenti saat tren berbalik.

Pada akhirnya, rolling posisi bukanlah judi nyawa, melainkan disiplin untuk membiarkan keuntungan terkumpul secara perlahan. Saat pasar bergejolak, jangan terburu-buru. Karena jika salah menilai, keuntungan yang sudah didapat bisa hilang seketika. Inilah hal terpenting yang harus diingat dalam operasi rolling posisi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan