Saya perhatikan, setiap kali terjadi pergerakan tajam di pasar kripto, analis mencatat gelombang likuidasi di bursa mencapai ratusan juta dolar. Ini bukan sekadar angka — di baliknya ada trader nyata yang kehilangan uang mereka. Mari kita bahas bagaimana ini bekerja dan bagaimana tidak menjadi korban.



Ketika berdagang dengan leverage, bursa pada dasarnya memberi kamu pinjaman untuk meningkatkan posisi. Terdengar menarik — kamu bisa mengendalikan jumlah besar dengan modal kecil. Tapi inilah masalahnya: jika pasar bergerak melawanmu, kerugian akan bertambah dengan kecepatan yang sama. Misalnya, kamu punya $100, dan berdagang dengan leverage 5x. Posisi kamu menjadi $500. Jika aset naik 10%, kamu akan mendapatkan $50 — ini 50% dari modal awalmu. Menarik, kan? Tapi jika harga turun 10%, kamu akan kehilangan $50, dan margin kamu akan berkurang setengahnya.

Likuidasi terjadi ketika bursa secara paksa menutup posisi kamu karena kamu tidak lagi mampu mempertahankan posisi terbuka. Ada rumus sederhana: dengan leverage 5x, posisi akan dilikuidasi jika harga bergerak melawanmu sebesar 20% (100 dibagi 5). Terlihat banyak, tapi di pasar kripto yang volatil, ini bisa terjadi dalam hitungan jam atau bahkan menit.

Saya ingat kejadian pada 11-12 Desember 2023. Bitcoin jatuh lebih dari $3000, dan gelombang likuidasi di bursa mencapai sekitar $0,5 miliar. Kebanyakan posisi adalah long — orang-orang bertaruh pada kenaikan harga. Pasar berbalik, dan mereka tersapu dari papan.

Bagaimana melindungi diri? Alat utama — stop-loss. Ini adalah perintah ke bursa untuk secara otomatis menjual asetmu jika harga turun ke level tertentu. Tidak perlu duduk dan menonton akunmu terbakar. Pasang stop-loss — dan tidur nyenyak.

Contoh: kamu punya $5000 di akun, mengambil margin $100 dengan leverage 10x, membuka posisi $1000 dan menempatkan stop-loss 2,5% di bawah harga masuk. Kerugian maksimal — $25, yaitu hanya 0,5% dari deposit. Tanpa stop-loss, posisi akan dilikuidasi jika harga turun 10%.

Aturan utama: ukuran leverage, ukuran posisi, dan stop-loss harus dipilih sesuai strategi dan risiko yang dapat ditanggung. Leverage yang lebih kecil tidak menjamin kerugian yang lebih kecil jika kamu membuka posisi besar. Semuanya saling terkait.

Sebagian besar regulator sudah menyadari ini dan mulai membatasi penawaran instrumen leverage kepada trader ritel. Dan itu langkah yang benar. Jika kamu pemula, belajar dulu berdagang tanpa leverage. Setelah memahami dasar-dasarnya dan mengembangkan strategi pengelolaan risiko yang jelas, baru boleh bereksperimen dengan margin. Ingat: likuidasi di bursa bukanlah pengecualian, melainkan norma. Bersiaplah untuk skenario terburuk, dan kamu akan tetap bertahan dalam permainan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan