Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
GateRouter
Pilih secara cerdas dari 40+ model AI, dengan 0% biaya tambahan
Baru-baru ini, film dokumenter HBO 'Money Electric: The Bitcoin Mystery' membangkitkan kembali sebuah teori yang sudah lama beredar di komunitas kripto: apakah Len Sassaman, kriptografer terkenal yang meninggal pada tahun 2011, pernah menjadi Satoshi Nakamoto?
Bagi yang belum tahu, Len Sassaman adalah tokoh sentral dalam gerakan cypherpunk di San Francisco. Pria ini bekerja pada proyek-proyek yang sangat penting untuk privasi digital — Pretty Good Privacy dan GNU Privacy Guard hanyalah beberapa contoh. Kemudian, dia dan istrinya Meredith Patterson, seorang ilmuwan komputer, mendirikan Osogato, sebuah startup SaaS. Tapi pada tahun 2011, saat sedang menempuh studi doktor di bidang teknik elektro di KU Leuven, Belgia, Sassaman meninggal dunia pada usia 31 tahun.
Apa yang membuat teori ini menarik? Ada beberapa kebetulan yang mencurigakan. Sassaman memiliki latar belakang akademik yang mengesankan dan keahlian mendalam dalam kriptografi. Analisis linguistik menunjukkan kemiripan antara gaya penulisannya dan Nakamoto. Dan ada satu detail yang sangat aneh: Nakamoto menghilang dari peredaran tepat dua bulan sebelum kematian Sassaman. Kebetulan? Mungkin.
Tapi tunggu, ada lagi. Beberapa berspekulasi bahwa catatan bunuh diri Sassaman berisi '24 kata acak' — dan siapa pun yang berkecimpung di dunia kripto tahu bahwa frasa seed sebanyak 24 kata adalah standar di dompet digital. Apakah ini tidak mencurigakan?
Tentu saja, tidak semua orang percaya pada teori ini. Istri Len Sassaman sendiri tidak yakin. Dan ada fakta penting: US$64 miliar dalam Bitcoin yang dikumpulkan Satoshi tidak pernah dipindahkan. Jika Sassaman benar-benar adalah Nakamoto, di mana kekayaan itu sekarang?
Terlepas dari apakah dia benar atau tidak, kontribusi Len Sassaman terhadap kriptografi dan privasi sangat tak terbantahkan. Film dokumenter HBO ini akan mengangkat kembali topik ini. Secara pribadi, saya merasa teori-teori ini tetap menarik dan terus beredar.
Dan kamu, percaya bahwa Len Sassaman bisa jadi Satoshi Nakamoto yang misterius? 🤔