Belakangan ini saya menyadari bahwa logika perdagangan AI telah mengalami perubahan besar. Dulu hanya kombinasi analisis teknikal sederhana dan algoritma, tetapi sekarang bobot psikologi pasar dan fundamental jelas telah berubah.



Latar belakang perubahan ini adalah data pelatihan model AI yang terus diperbarui. Mereka tidak hanya mencerminkan pola masa lalu, tetapi juga semakin mencerminkan sentimen pasar secara real-time. Akibatnya, level yang sebelumnya dianggap sebagai titik dasar terendah tidak selalu menjadi sinyal beli.

Yang terutama saya perhatikan adalah bahwa sistem perdagangan AI tidak lagi menganggap "penurunan berlebihan" sebagai peluang beli yang sederhana. Sebaliknya, mereka menganalisis "kualitas" penurunan tersebut. Misalnya, mereka mulai membedakan antara penurunan yang disebabkan oleh memburuknya fundamental dan penurunan yang hanya akibat peristiwa likuiditas.

Sebenarnya, perubahan semacam ini juga berdampak besar pada strategi bottom fishing. Aturan sederhana seperti "jika menembus resistance teknikal, beli" tidak lagi berlaku. Jika ingin melakukan bottom fishing, kita perlu memahami apa yang dipelajari AI dan faktor apa yang diberi bobot.

Secara pribadi, saya berpikir bahwa tren ini menandakan kematangan pasar. Untuk menentukan waktu bottom, bukan hanya analisis teknikal saja, tetapi juga perlu melihat tren makro dan nilai intrinsik proyek secara bersamaan. Oleh karena itu, jika ingin melakukan bottom fishing di pasar saat ini, kita harus lebih dalam memikirkan apakah saham tersebut benar-benar layak dibeli.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan