Belakangan ini ada teman yang bertanya mengapa harus membayar uang saat mentransfer di blockchain, pertanyaan ini sebenarnya bagus karena gas fee memang menjadi masalah bagi banyak pemula.



Sederhananya, gas fee adalah "biaya layanan" yang harus kamu bayar untuk melakukan apapun di blockchain. Tidak peduli kamu mentransfer, menjalankan kontrak, atau mengaktifkan DApp, penambang harus menghabiskan sumber daya komputasi untuk memverifikasi transaksi kamu, jadi mereka harus membayar biaya. Biaya ini tidak hanya sebagai imbalan untuk penambang, tetapi juga sebagai mekanisme untuk mencegah transaksi sampah. Berbeda blockchain menggunakan token berbeda untuk membayar, misalnya Ethereum pakai ETH, BNB Chain pakai BNB.

Yang menarik adalah, bahkan jika transaksi kamu akhirnya gagal, kamu tetap harus membayar gas fee. Karena penambang sudah menghabiskan sumber daya komputasi untuk memverifikasi dan menjalankan transaksi kamu, biaya tersebut tetap menjadi biaya.

Lalu, mengapa gas fee kadang-kadang sangat mahal? Ada dua alasan utama. Pertama, seberapa rumit yang kamu lakukan. Misalnya, jika satu transaksi melibatkan banyak operasi, maka akan menghasilkan gas fee yang lebih tinggi. Kedua, adalah kemacetan jaringan. Saat banyak transaksi di blockchain, penambang akan memprioritaskan transaksi yang membayar gas fee lebih tinggi, agar mereka bisa mendapatkan lebih banyak keuntungan. Jadi, saat puncak, gas fee sering melonjak tinggi dan bikin frustrasi.

Ingin tahu bagaimana cara menghitung gas fee? Ada rumus sederhana: Biaya transaksi = Gas Limit × Gas Price.

Gas Price adalah berapa banyak uang yang kamu bersedia bayar per satuan Gas. Di Ethereum biasanya menggunakan Gwei sebagai satuan, 1 Gwei = 0.000000001 ETH. Jika kamu atur Gas Price sebesar 20 Gwei, berarti kamu membayar 0.00000002 ETH per satuan Gas. Mau mempercepat transaksi? Tingkatkan Gas Price. Mau hemat biaya? Turunkan saja.

Gas Limit adalah jumlah maksimum satuan Gas yang bersedia kamu keluarkan untuk transaksi ini. Gas Limit standar untuk transfer biasa adalah 21000. Batas ini berfungsi untuk mencegah kontrak yang error menghabiskan sumber daya tanpa batas. Tapi perlu diingat, Gas Limit jangan terlalu rendah, kalau tidak transaksi akan gagal karena kehabisan Gas (Out of Gas), dan biaya gas tetap harus dibayar. Kalau transaksi berhasil dan Gas yang sebenarnya dipakai kurang dari batas, maka kamu hanya bayar sesuai yang dipakai.

Menggunakan analogi bahan bakar paling jelas. Gas Limit seperti berapa liter bensin yang dibutuhkan mobil kamu, Gas Price seperti harga per liter bensin. Kalau dari Taipei ke Kaohsiung butuh 21000 liter, dan harga per liter 20 yuan, maka biaya bensin adalah 21000 × 20 = 420.000 yuan. Di Ethereum juga sama, jika Gas Limit adalah 21000 dan Gas Price 20 Gwei, maka biaya transaksi adalah 21000 × 20 Gwei = 420.000 Gwei, yang jika dikonversi ke ETH menjadi 0.00042 ETH.

Saat mengirim ETH lewat Metamask, layar konfirmasi akan menampilkan perkiraan gas fee, dan kamu bisa memilih untuk menyesuaikan. Setelah transaksi dikirim, kamu bisa cek biaya akhir di Etherscan menggunakan Transaction Hash.

Sebenarnya, pengaturan gas fee tergantung kebutuhanmu. Kalau sangat mendesak, tingkatkan Gas Price agar transaksi bisa diproses lebih cepat. Kalau tidak terburu-buru, atur Gas Price yang wajar saja. Dengan memahami logika gas fee ini, kamu bisa lebih kontrol saat beroperasi di blockchain dan tidak terlalu pasif.
ETH0,94%
BNB-0,29%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan