Belakangan ini saya menemukan banyak pemula yang tidak memahami konsep margin saat melakukan kontrak, terutama dua mode yaitu full leverage dan isolated margin, mereka memilih satu dan menggunakannya, hasilnya malah merugi secara tidak masuk akal. Hari ini saya akan jelaskan secara mendalam agar semua tidak tersandung.



Pertama, mari bahas yang paling dasar: membuka posisi membutuhkan margin, uang ini akan dikunci oleh posisi tersebut. Tapi margin memiliki dua arti, satu adalah margin awal yang diperlukan saat membuka posisi, yang lain adalah tingkat margin minimum untuk mempertahankan posisi tersebut. Jika kedua konsep ini bingung, masalah akan mudah muncul kemudian.

Saat ini, trading kontrak utama terbagi menjadi dua mode. Dalam mode full leverage, semua saldo yang tersedia di akun bisa digunakan sebagai margin. Singkatnya, semua uang diambil dan digunakan untuk menanggung posisi. Begitu posisi merugi sampai hanya tersisa margin pemeliharaan, sistem akan otomatis menambah margin dari akun. Tapi jika setelah penambahan tetap tidak mencapai standar margin pemeliharaan, posisi akan langsung dilikuidasi paksa. Jadi, dalam mode full leverage, risiko dan keuntungan semua posisi dihitung secara gabungan, selama kerugian akun melebihi saldo total, posisi akan otomatis dilikuidasi.

Mode isolated margin sama sekali berbeda. Margin untuk setiap posisi hanya digunakan untuk posisi tersebut, sistem tidak akan otomatis menambah margin. Kamu harus menambah secara manual. Jika posisi tersebut tidak memenuhi margin pemeliharaan, sistem akan melakukan likuidasi paksa hanya pada posisi itu. Keuntungan dari ini adalah, kerugian satu posisi likuidasi hanya akan kehilangan margin yang kamu investasikan di posisi tersebut, tidak mempengaruhi dana lain.

Contoh nyata akan membuatnya lebih jelas. Misalnya kamu dan teman masing-masing punya 2000U, dan keduanya membuka posisi long BTC dengan leverage 10x, masing-masing 1000U. Kamu pilih isolated margin, temanmu pilih full leverage. Jika BTC turun ke harga likuidasi, kamu langsung rugi 1000U dan posisi dilikuidasi, saldo tersisa 1000U. Tapi temanmu pakai full leverage, setelah rugi 1000U, sistem otomatis menambah margin, posisi tetap ada. Jika BTC rebound, dia punya peluang balik modal; tapi jika terus turun, bisa saja seluruh 2000U hilang.

Jadi, pilihan mode tergantung gaya trading masing-masing. Mode full leverage lebih tahan terhadap kerugian besar, tidak mudah kena margin call saat pasar berfluktuasi, dan juga lebih simpel dalam pengoperasian. Tapi masalahnya, jika terjadi black swan atau volatilitas besar, bisa langsung menghabiskan seluruh saldo sekaligus. Mode isolated margin membutuhkan pengelolaan aktif, menambah margin secara manual, dan harus ketat mengontrol jarak harga likuidasi dan harga penanda, jika tidak, posisi tunggal bisa langsung likuidasi.

Adapun cara menghitung margin, ada rumusnya: Margin posisi = Nilai posisi / Leverage + Margin tambahan - Margin yang berkurang + Untung/Rugi unrealized. Perhitungan risiko likuidasi juga sangat penting. Dalam mode isolated margin, risiko likuidasi = (Margin pemeliharaan / Margin posisi) x 100%; dalam mode full leverage, risiko likuidasi = (Margin pemeliharaan / (Saldo tersedia + Margin posisi)) x 100%. Ketika risiko mencapai 70%, platform akan memberi peringatan, dan jika melewati 100%, otomatis akan likuidasi.

Sejujurnya, full leverage dan isolated margin masing-masing punya keunggulan, tergantung dari kemampuan risiko dan strategi trading. Pemula disarankan mulai dari isolated margin agar kerugian bisa dikontrol; setelah pengalaman cukup, baru pertimbangkan mode full leverage untuk ruang gerak lebih besar.
BTC2,64%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan