Dulu saya mengikuti narasi meme dan ikut terbawa suasana, merasa "keramaian = peluang", sekarang saya biasanya bertanya pada diri sendiri: di mana saya siap menyerah. Jelasnya, stop loss bukan soal harga, melainkan waktu + struktur: jika pasar mulai menjadi kosong, pesanan yang dipasang langsung runtuh, saya akan mundur dulu, lebih baik sedikit mendapatkan keuntungan. Baru-baru ini saat tarif sangat ekstrem, di grup ramai yang berdebat tentang pembalikan atau terus menekan gelembung, pendekatan saya cukup kuno: tidak menebak arah, hanya fokus pada eksekusi, sebelum masuk langsung buat jalur keluar, jika transaksi lambat kurangi posisi, jika slippage besar anggap itu sinyal. Bagaimanapun meme tidak masuk akal, saya hanya berharap jangan sampai meme membuat saya bangkrut karena terlalu masuk akal.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan