Saya perhatikan bahwa trader kripto bekerja berdasarkan skema yang sangat berbeda. Semuanya tergantung pada strategi perdagangan apa yang mereka pilih. Swing trading dan scalping adalah dua pendekatan yang benar-benar berlawanan untuk mendapatkan keuntungan dari volatilitas pasar kripto.



Masalahnya adalah, swing trading adalah pendekatan yang tenang. Kamu masuk ke posisi, menunggu beberapa hari atau bahkan minggu, sampai harga bergerak ke arah yang diinginkan, dan keluar dengan keuntungan. Lebih sedikit transaksi, lebih banyak waktu untuk analisis. Sangat berbeda dengan scalping. Ini adalah pergerakan konstan, frekuensi transaksi tinggi, stres dan adrenalin. Scalper bisa membuka dan menutup posisi dalam hitungan menit atau bahkan detik.

Trader swing biasanya melihat grafik empat jam dan harian. Mereka mencari tren yang lebih besar, menggunakan analisis teknikal untuk menemukan titik masuk dan keluar. Posisi bisa dipertahankan minimal satu hari, bahkan satu atau dua minggu. Pendekatan ini membutuhkan kesabaran, tetapi tidak perlu terus-menerus duduk di depan layar.

Sedangkan scalping adalah cerita yang sama sekali berbeda. Scalper berburu pergerakan mikro harga, menggunakan leverage tinggi untuk mendapatkan keuntungan dari fluktuasi kecil. Setiap posisi dibuka dan ditutup dalam satu sampai dua belas menit, kadang bahkan lebih cepat. Risikonya tinggi, karena harus merespons sinyal pasar dengan cepat. Komisi saat scalping menggerogoti sebagian besar keuntungan, karena transaksi yang banyak.

Yang menarik adalah, scalping tidak cocok untuk semua orang. Jika kamu mudah gugup di bawah tekanan, jika tidak bisa membuat keputusan dengan cepat, maka scalping bukan metode kamu. Swing trading lebih tenang, memungkinkan kamu menjalani aktivitas lain, dengan menetapkan stop-loss dan take-profit.

Ketika saya melihat harga saat ini — Bitcoin sekitar 77 ribu dolar, Ethereum sekitar 2.3 ribu — saya melihat bahwa kedua strategi bisa bekerja di pasar yang sangat volatil ini. Tapi pilihan di antara keduanya tergantung pada kepribadianmu, berapa banyak waktu yang bersedia kamu habiskan, dan risiko apa yang bisa kamu tanggung.

Scalper biasanya memperdagangkan satu atau dua koin utama, fokus pada likuiditas maksimal. Trader swing bisa mengizinkan diri untuk mendiversifikasi portofolio, memperdagangkan beberapa aset sekaligus. Risiko di kedua kasus tinggi — itu fakta. Kamu bisa mendapatkan atau kehilangan uang dengan sangat cepat.

Jika kamu pemula, ada baiknya mencoba trading demo terlebih dahulu. Banyak bursa menawarkan akun latihan gratis, di mana kamu bisa berlatih tanpa dana nyata. Ini akan membantu memahami apakah scalping dengan pergerakannya yang cepat cocok untukmu, atau kamu lebih suka swing trading yang lebih santai.

Akhirnya, trader yang sukses memilih strategi yang sesuai dengan kepribadian dan gaya hidup mereka. Keuntungan atau kerugian tergantung pada pengetahuanmu, perhatian terhadap detail, kemampuan menganalisis pasar, dan tentu saja, sedikit keberuntungan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan