Apakah Anda pernah mendengar tentang ATH? Jika Anda orang yang melakukan trading, saya rasa ini adalah momen yang harus diperhatikan setidaknya sekali.



ATH (All Time High) berarti "harga tertinggi sepanjang masa", tetapi ini bukan sekadar angka, melainkan momen di mana psikologi pasar terkonsentrasi. Ketika aset kripto mencapai rekor tertinggi sebelumnya, itu berarti ekspektasi investor dan tekanan beli dari para bullish sedang memuncak. Jika Bitcoin, baru-baru ini mencapai $126.08K.

Banyak orang gagal di sini. Mereka tahu bahwa membeli di harga terendah dan menjual di harga tertinggi akan menghasilkan keuntungan, tetapi saat ATH tercapai, mereka tetap membeli. Setelah itu, mereka mengalami kerugian saat pasar melakukan koreksi. Ini adalah hal yang umum di pasar kripto.

Ketika ATH muncul, pasar hampir menyerap seluruh pasokan yang tersedia. Tapi setelah itu, pasar memasuki periode pengujian selama beberapa minggu hingga beberapa bulan. Kemampuan memahami fase koreksi ini menentukan apakah Anda bisa melindungi keuntungan atau justru mengalami kerugian.

Dalam pengambilan keputusan trading, menggunakan Fibonacci sangat efektif. Dari level dasar ATH, kenaikan harga dapat diperkirakan dengan level support dan resistance di 23.6%, 38.2%, 50%, 61.8%. Selain itu, ekstensi Fibonacci (1.270, 1.618, 2.000, 2.618) dapat digunakan untuk memprediksi level resistansi berikutnya.

Moving average juga penting. Jika harga di bawah MA, tren cenderung turun; jika di atas, tren cenderung naik. Pada sekitar ATH, penilaian ini sangat berpengaruh.

Proses breakout terdiri dari 3 tahap. Pertama, tahap aksi di mana harga tertinggi diperbarui, kemudian tahap reaksi di mana koreksi terjadi, dan terakhir tahap penyelesaian di mana tren kenaikan dikonfirmasi. Jika Anda terburu-buru menambah posisi di sini, Anda akan mengalami kerugian saat koreksi.

Kunci pengelolaan posisi: Saat mencapai ATH, ada tiga pilihan: ambil sebagian keuntungan, tahan seluruhnya, atau jual semuanya. Bagi holder jangka panjang, penting untuk menganalisis apakah ATH saat ini bersifat sementara atau nyata. Kebanyakan investor memilih menjual secara bertahap, dan saat melakukannya, mereka menggunakan Fibonacci untuk mengukur level resistansi psikologis.

Yang penting, keputusan intuitif saat ATH sangat berisiko. Berdasarkan analisis teknikal, tetapkan level perlindungan keuntungan sebelumnya. Tambah posisi hanya saat rasio risiko dan imbal hasil menguntungkan. Jika mengikuti aturan ini, Anda dapat tetap tenang dan memaksimalkan keuntungan bahkan saat ATH.

Bagaimana Anda mengambil keputusan saat pasar berada di fase ATH? Pengalaman dan pemikiran Anda tentang pengelolaan posisi di pasar seperti ini, silakan bagikan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan