Saya benar-benar sedang berdiri di toko kelontong bulan lalu menatap sekotak paha ayam berpikir... tunggu, bukankah ini sekitar $6 sebelumnya? Sekarang harganya $12. Daging sapi cincang? Lupakan saja. Susu hampir seperti emas cair. Telur? Status barang mewah. Jadi saya melakukan apa yang dilakukan orang saat terkejut dengan harga — saya mulai panik. Jika harga terus naik seperti ini, bagaimana saya harus memberi makan empat orang tanpa merusak anggaran saya? Saat itulah saya teringat seorang teman dari kuliah yang menyebutkan berapa banyak uang yang dia hemat setelah beralih ke vegan. Membuat saya berpikir... apakah benar-benar beralih ke tanaman akan berhasil? Atau itu hanya tren mahal lainnya?



Tapi mari saya jujur — tagihan belanja menjadi gila. Harga melonjak hampir 31% sejak 2019 dan masih terus naik. Terutama daging dan produk susu. Daging sapi naik lagi 5,5% hanya tahun lalu, dan telur? Jangan buat saya mulai. Flu burung membunuh jutaan ayam sejak 2022, jadi harga telur melonjak 53%. Sangat gila. Sementara itu perusahaan melakukan hal shrinkflation di mana kotak menjadi lebih kecil tetapi harga tetap sama. Keuntungan toko kelontong mencapai level tertinggi sementara keluarga berjuang.

Jadi pertanyaan sebenarnya: apakah beralih ke vegan benar-benar bisa menghemat uang? Jawabannya lebih rumit dari yang terdengar. Jika Anda tetap pada hal-hal dasar — beras, kacang-kacangan, lentil, kentang, pasta — ya, Anda melihat beberapa sumber protein termurah yang tersedia. Sekantong beras 10 pon harganya kurang dari dua dada ayam. Kacang hitam kalengan kurang dari satu dolar. Barang-barang itu menambah penghematan nyata. Sayuran beku juga murah dan sama nutrisinya.

Tapi di sinilah masalahnya. Tidak semua pola makan vegan ramah anggaran. Mulai membeli pengganti daging berbasis tanaman yang mewah, susu oat khusus, keju vegan dengan harga dua kali lipat keju biasa? Tagihan Anda mungkin malah naik. Beyond Burgers harganya $6-7 untuk dua buah — lebih mahal dari daging asli. Dan jika Anda makan di restoran vegan yang mengenakan harga premium untuk mangkuk biji-bijian dan pasta krim cashew, lupakan tentang penghematan.

Sejujurnya, Anda tidak perlu beralih sepenuhnya ke vegan untuk mengurangi tagihan belanja. Beberapa langkah sederhana sama efektifnya. Coba kurangi konsumsi daging daripada berhenti sama sekali — tukar beberapa makan seminggu dengan pilihan berbasis tanaman seperti chili kacang atau pasta lentil. Gunakan daging sebagai bumbu dalam tumis dan sup daripada menjadikannya fokus utama. Beli bahan pokok dalam jumlah besar yang benar-benar Anda gunakan. Rencanakan makan agar tidak impulsif membeli. Bekukan sisa makanan. Lewati buah yang sudah dipotong dan keju parut. Beralih ke merek toko — biasanya kualitas sama, 25-30% lebih murah. Gunakan program loyalitas dan aplikasi cashback.

Rahasia sebenarnya? Bersikap sengaja dalam cara berbelanja dan memasak. Apakah itu mengurangi konsumsi daging, membeli dengan cerdas, atau merencanakan makan, pilih apa yang benar-benar sesuai dengan hidup Anda. Karena jika menghemat uang berarti harus melepaskan semua yang Anda nikmati saat makan, itu tidak akan bertahan lama.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan