Belakangan ini saya sedang membaca analisis pasar tentang investasi infrastruktur AI, dan menemukan fenomena yang cukup menarik——ketika semua orang fokus pada perusahaan chip, beberapa perusahaan yang tersembunyi dalam rantai pasokan sedang diam-diam menikmati manfaatnya.



Pertama, mari bahas latar belakangnya. Pada bulan Februari, pasar saham AS memang agak sulit, Nasdaq turun 3%, S&P 500 turun 1%, dan para investor sedikit khawatir tentang keberlanjutan pengeluaran untuk AI. Tapi ini justru mencerminkan satu masalah: pembangunan infrastruktur AI jauh lebih dari sekadar chip.

Saya memperhatikan bahwa peluang nyata mungkin terletak pada perusahaan yang menyediakan infrastruktur untuk pusat data AI. Misalnya, perusahaan Comfort Systems USA, yang utama bergerak di bisnis HVAC komersial dan industri. Kedengarannya membosankan, tapi jangan tertipu—sistem pendingin pusat data adalah kebutuhan kelas atas. Seiring meningkatnya permintaan kapasitas komputasi AI, pusat data ini membutuhkan sistem pendinginan cair yang canggih dan solusi pendinginan modular. Segmen pasar ini memiliki margin laba yang sangat tinggi, dan juga menarik banyak aktivitas akuisisi. Perkiraan pertumbuhan pendapatan Comfort Systems USA tahun ini adalah 20,3%, pertumbuhan laba 28,2%, dan perkiraan laba minggu lalu bahkan naik 20,9%. Di balik angka-angka ini, ada ledakan permintaan HVAC.

Selanjutnya, dari sisi chip. NVIDIA tentu saja adalah pemimpin mutlak, baru-baru ini merilis chip Vera Rubin yang performanya meningkat 10 kali lipat dari generasi sebelumnya, dan mulai pengiriman di paruh kedua tahun ini. Tapi yang lebih menarik perhatian adalah prediksi NVIDIA bahwa pengeluaran untuk infrastruktur AI akan mencapai 3-4 triliun dolar AS pada tahun 2030. Ini apa artinya? Ini berarti seluruh rantai industri akan terdorong.

Selain pendinginan, ada juga bidang kemasan canggih. Onto Innovation fokus di bidang ini, teknologi 3Di mereka sudah mendapatkan sertifikasi dari dua pelanggan memori bandwidth tinggi, dan saat ini sedang memajukan pesanan untuk kemasan AI 2.5D. Perkiraan pertumbuhan pendapatan tahun ini adalah 19,5%, dan pertumbuhan laba 29%.

Ada juga sudut pandang bahan baku. Rio Tinto adalah raksasa pertambangan global, dan infrastruktur AI membutuhkan banyak bahan baku seperti tembaga dan aluminium. Mereka memperkirakan pendapatan tahun ini akan tumbuh 10,7%, dan laba 21,8%, mencerminkan optimisme terhadap permintaan logam dasar.

Terakhir, dari sisi modal. Perusahaan manajemen aset alternatif seperti Brookfield Asset Management banyak berinvestasi di infrastruktur dan energi terbarukan. Permintaan listrik untuk pusat data AI sangat besar, dan perusahaan-perusahaan ini berinvestasi dalam infrastruktur energi terkait. Mereka memperkirakan pendapatan tahun ini akan tumbuh 12,5%, dan laba 15,2%.

Jadi, bisa dilihat bahwa gelombang AI ini tidak hanya menguntungkan perusahaan chip. Dari sistem pendingin, kemasan canggih, bahan baku, hingga infrastruktur energi, seluruh rantai industri mendapatkan manfaat. Perusahaan-perusahaan ini meskipun tidak sepopuler NVIDIA, potensi pertumbuhannya tidak bisa diremehkan. Jika Anda mencari peluang investasi gelombang kedua di era AI, perusahaan rantai pasokan ini patut diperhatikan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan