Baru sadar banyak investor saham yang belum paham soal pajak dividen saham mereka. Padahal kalau tahu caranya, bisa jadi lebih smart dalam mengelola income dari dividen.



Jadi gini, kalau kamu punya saham yang bayar dividen, kamu basically dapat passive income dari dividen tersebut. Tapi income ini bakal kena pajak, tergantung tipe akun yang kamu punya. Kalau saham dividen itu di rekening biasa (bukan retirement account), maka dividen yang masuk wajib dilaporkan sebagai income.

Di banyak negara, termasuk sistem pajak AS, ada kabar baik: dividen sering kali dikenakan tarif pajak yang lebih rendah dibanding income biasa. Ini yang disebut qualified dividend. Tapi ada syaratnya. Pertama, dividen harus dari perusahaan AS atau perusahaan asing yang qualified (biasanya tercatat di bursa besar atau punya tax treaty). Kedua, dividen tersebut gak boleh dari kategori tertentu seperti mutual banks atau employee stock plans. Ketiga, kamu harus hold sahamnya minimal 61 hari dalam periode 121 hari sebelum ex-dividend date. Kalau salah satu syarat gak terpenuhi, ya dividen itu dihitung sebagai ordinary income dan kena pajak normal.

Soal besarnya pajak dividen saham, ini bergantung pada total income kamu dan filing status. Qualified dividend biasanya dikenakan 0%, 15%, atau 20% tergantung bracket income. Sementara unqualified dividend kena tarif ordinary income yang jauh lebih tinggi. Plus, kalau income investasi kamu tinggi, ada surtax tambahan 3.8% untuk high-income earners.

Ada beberapa strategi yang bisa kamu coba untuk minimize pajak dari dividen. Pertama, simpen saham dividen di tax-deferred account seperti IRA atau retirement fund. Dengan cara ini, kamu gak bayar pajak pas dividen masuk, tapi nanti pas withdraw. Kedua, pastikan saham yang kamu pilih eligible untuk qualified dividend treatment. Kalau saham luar negeri, cek dulu apakah company-nya memenuhi syarat. Ketiga, jangan sering-sering trading. Kalau kamu hold saham terlalu sebentar, dividen bisa jadi unqualified dan pajaknya membengkak.

Intinya, pajak dividen saham itu bukan hal yang perlu ditakuti kalau kamu tahu caranya. Dengan perencanaan yang tepat, kamu bisa maksimalkan passive income dari dividen dan bayar pajak seminimal mungkin. Worth it untuk di-research lebih dalam sebelum mulai invest di saham yang bayar dividen.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan