Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
GateRouter
Pilih secara cerdas dari 40+ model AI, dengan 0% biaya tambahan
Baru saja melihat kisah Phil Knight, pendiri Nike, dan jujur saja ini adalah pelajaran utama dalam membangun sesuatu yang benar-benar bertahan lama. Pria ini beralih dari atlet lari di Oregon menjadi memulai perusahaan sepatu dari nol di usia 25 tahun, dan sekarang kekayaannya berada di puluhan miliar dolar. Itu bukan sekadar akumulasi kekayaan—itu dampak generasi.
Perjalanan Knight cukup luar biasa jika dipikirkan. Dia lulus dari Stanford dengan gelar MBA, pergi ke Jepang, dan memperhatikan sepatu olahraga berkualitas tinggi yang diproduksi dengan murah. Pengamatan itu berubah menjadi Blue Ribbon Sports pada tahun 1964. Pada tahun 1972, dia merubah nama menjadi Nike setelah dewi kemenangan Yunani. Terobosan nyata datang ketika dia membuat pelari Olimpiade Steve Prefontaine memakai sepatu itu. Saat itulah Swoosh mulai berarti sesuatu.
Yang gila adalah performa sahamnya. Sejak Nike go public pada tahun 1980, sahamnya naik lebih dari 32.000% selama masa kepemimpinan Knight sebagai CEO dan ketua. Perusahaan akhirnya menjadi merek pakaian olahraga teratas di dunia, menghasilkan hampir $28 miliar dalam penjualan tahunan pada satu titik. Kekayaan Phil Knight bertambah seiring keberhasilan perusahaan, dan pada tahun 2015 dia berada di sekitar $24,7 miliar menurut Forbes, menjadikannya orang terkaya ke-35 di dunia.
Bahkan setelah mengundurkan diri sebagai CEO pada tahun 2006 dan kemudian sebagai ketua, kekayaan Knight terus bertambah karena dia masih memegang sekitar 20% saham Nike yang beredar. Saham itu terus naik. Tapi inilah yang membuat kisahnya berbeda dari narasi miliarder biasa—dia benar-benar melakukan sesuatu dengan uang itu.
Dia dan istrinya Penelope sangat serius dalam memberi kembali ke Oregon, tempat mereka tinggal. Mereka telah menyumbangkan lebih dari $500 juta hanya ke Oregon Health and Science University, dan The Chronicle of Philanthropy menempatkan mereka di posisi ketiga sebagai penyumbang paling dermawan di Amerika pada tahun 2014. Perkiraan sumbangan seumur hidup Knight lebih dari $1 miliar. Universitas Oregon menamai gedung-gedung setelah anggota keluarganya, dan dia diangkat ke dalam Oregon Sports Hall of Fame.
Yang membuat saya terkesan dari diskusi tentang kekayaan Phil Knight adalah bagaimana itu selalu terkait dengan kontribusinya yang nyata di luar sekadar mengumpulkan kekayaan. Dia membangun Nike menjadi sesuatu yang ikonik, menciptakan ribuan pekerjaan, dan kemudian mengalirkan sumber daya besar kembali ke komunitasnya. Anaknya akhirnya bergabung di dewan Nike, menjaga warisan keluarga tetap hidup di perusahaan.
Pernyataan Knight saat itu benar-benar menangkapnya: 'Bagi saya, Nike selalu lebih dari sekadar perusahaan—ini adalah hasrat hidup saya.' Itulah perbedaan antara seseorang yang hanya kaya dan seseorang yang kekayaannya mencerminkan puluhan tahun kewirausahaan dan pemikiran strategis yang tulus. Apakah kamu tertarik dengan bisnis, investasi, atau sekadar memahami bagaimana warisan dibangun, kisahnya layak dipelajari. Ini menunjukkan bahwa penciptaan kekayaan yang berkelanjutan bukan hanya tentang ide awal—tapi tentang eksekusi, timing, dan mengetahui kapan harus mundur sambil tetap berkomitmen pada visi.