Baru saja menyadari bahwa banyak orang mungkin hanya menggunakan kapitalisasi pasar untuk menilai perusahaan, yang jujur saja tidak memberi gambaran lengkap. Belakangan ini saya berpikir tentang hal ini - biaya sebenarnya untuk memperoleh sebuah bisnis jauh lebih kompleks daripada sekadar melihat harga saham dikalikan jumlah saham beredar.



Jadi begini tentang nilai perusahaan yang paling sering diabaikan oleh investor kasual. Ketika Anda melihat apakah sebuah perusahaan layak dibeli atau membandingkannya dengan pesaing, Anda tidak bisa hanya melihat kapitalisasi pasar. Anda juga harus memperhitungkan utang dan kas. Rumus EV sebenarnya cukup sederhana: ambil kapitalisasi pasar, tambahkan total utang, lalu kurangi kas dan setara kas. Itu saja.

Mengapa ini penting? Katakanlah Anda melihat sebuah perusahaan dengan 10 juta saham seharga $50 per saham - itu berarti kapitalisasi pasar $500 juta. Tapi mereka memiliki $100 juta utang yang tercatat di neraca dan $20 juta kas. Menggunakan rumus EV, biaya nyata untuk mengakuisisi mereka adalah $580 juta, bukan $500 juta. Utang adalah kewajiban yang harus Anda tanggung, tetapi kas membantu mengurangi beban tersebut.

Alasan kas dikurangkan cukup logis. Jika sebuah perusahaan memiliki kas likuid yang tersedia, uang itu bisa langsung digunakan untuk melunasi utang. Jadi, ini mengurangi kewajiban keuangan bersih. Surat berharga dan investasi jangka pendek bekerja dengan cara yang sama - mereka adalah sumber daya yang tersedia yang menurunkan jumlah yang sebenarnya harus Anda bayar.

Yang saya temukan menarik adalah bagaimana ini terlihat berbeda dibandingkan hanya nilai ekuitas. Nilai ekuitas hanya peduli tentang apa yang dimiliki pemegang saham berdasarkan harga saham. Nilai perusahaan memberi Anda gambaran lengkap - baik apa yang dimiliki pemegang ekuitas maupun apa yang harus dibayar oleh kreditur. Itulah mengapa rumus EV sangat penting saat membandingkan perusahaan dengan tingkat utang yang berbeda. Perusahaan yang sangat leverage mungkin terlihat murah dari kapitalisasi pasar tetapi mahal jika memperhitungkan semua utangnya.

Ini sangat berguna saat membandingkan antar industri. Beberapa sektor secara alami lebih banyak utangnya daripada yang lain. Menggunakan nilai perusahaan menyamakan lapangan permainan. Anda juga sering melihatnya digunakan dalam rasio valuasi seperti EV terhadap EBITDA, yang menghilangkan gangguan dari pajak dan pembayaran bunga.

Namun ada beberapa keterbatasan. Anda membutuhkan data utang dan kas yang akurat, yang tidak selalu mudah didapat. Dan jika sebuah perusahaan memiliki kewajiban tersembunyi atau kas terbatas yang tidak terlihat di neraca, perhitungannya menjadi rumit. Selain itu, karena nilai ekuitas berfluktuasi sesuai kondisi pasar, seluruh rumus EV bisa berayun cukup ekstrem selama periode volatil.

Tapi secara keseluruhan, memahami cara menghitung nilai perusahaan memberi Anda gambaran yang jauh lebih jelas tentang berapa biaya sebenarnya untuk memiliki sebuah bisnis. Ini bukan hanya tentang harga saham - ini tentang total komitmen keuangan. Baik saat mencari target akuisisi maupun membandingkan pesaing, metrik ini memotong banyak kebisingan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan