Baru-baru ini saya perhatiin ada dataset stablecoin yang cukup menarik dari Dune dan Steakhouse Financial. Data ini comprehensive banget, tracking dari komposisi pemegang sampai aliran dana dan velocity di berbagai blockchain. Jauh lebih detail dari sekadar angka supply yang kita lihat di mana-mana.



Jadi situasinya gini: di Januari 2026, supply dari 15 stablecoin terbesar udah mencapai $304 miliar, naik 49% year-over-year. USDT dan USDC masih dominan dengan 89% market share. Tapi yang menarik adalah pertumbuhan di challenger coins - USDS tumbuh 376%, PYUSD naik 753%, bahkan RLUSD melonjak 1803%. Jadi market mulai lebih beragam, meskipun duopoli masih kuat.

Kalo kita lihat siapa yang pegang stablecoin ini, ternyata ada 172 juta unique addresses yang hold minimal satu dari 15 stablecoin terbesar itu. Tapi konsentrasinya sangat berbeda tergantung token. USDT dan USDC punya distribusi luas - top 10 holders cuma pegang 23-26%. Sementara USDS, USDF, dan USD0 jauh lebih terkonsentrasi, dengan top 10 holders mengontrol 60-99% supply. Ini penting untuk diperhatiin karena mempengaruhi liquidity depth dan risiko.

Nah, yang paling eye-opening adalah volume transaksi. Di Januari, stablecoin transaction volume mencapai $10,3 triliun - lebih dari dua kali lipat dibanding Januari 2025. Tapi distribusinya menarik: Base cuma punya $4.4 miliar supply tapi leading dengan $5.9 triliun volume transaksi. USDC mendominasi dengan $8.3 triliun volume, hampir 5x USDT meskipun supply-nya lebih kecil. Ini menunjukkan USDC punya velocity jauh lebih tinggi.

Kalau kita breakdown kemana aliran stablecoin ini pergi, ternyata 90% mengalir ke kategori aktivitas spesifik. DEX liquidity provision dan withdrawal itu single largest use case dengan $5.9 triliun. Flash loans mencapai $1.3 triliun. CEX inflow-outflow $599 miliar. Jadi stablecoin primarily berfungsi sebagai trading infrastructure dan liquidity backbone di on-chain markets.

Velocity metric juga reveal hal menarik. USDC punya daily turnover rate sampai 14x di Base, driven oleh high-frequency DeFi trading. Sementara USDT di Ethereum cuma 0.2x - supply lebih dari $100 miliar mostly idle. Ini bukan problem, tapi reflection dari different use cases. USDe dan USDS dirancang sebagai yield-bearing stablecoins, jadi naturally punya lower velocity.

Yang juga perlu diperhatiin adalah diversifikasi currency. Beyond dollar stablecoins, dataset ini track lebih dari 200 stablecoins representing 20+ currencies. Ada euro stablecoins ($990 juta), Brazilian real ($141 juta), Japanese yen, dan emerging markets seperti Nigerian naira, Kenyan shilling, South African rand, Turkish lira, Indonesian rupiah. Total non-dollar stablecoin supply baru $1.2 miliar, tapi sudah ada 59 token spread across enam continents. Ini menunjukkan infrastructure untuk local currency stablecoins sedang berkembang.

Data ini important karena memberikan visibility yang jauh lebih dalam tentang stablecoin ecosystem dibanding hanya supply figures. Kita bisa lihat siapa yang hold, berapa velocity-nya, kemana aliran sebenarnya. Untuk institusi dan regulators yang mulai masuk ke space ini, ini adalah insight yang mereka butuhkan untuk understand real market dynamics. Interested untuk deep dive lebih dalam ke data ini di Gate atau platform lain yang provide detailed on-chain analytics.
USDC0,02%
USDS0,02%
USDE0,01%
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan