Belakangan ini saya melihat banyak orang menggunakan tangkapan layar "label/klaster/uang pintar" sebagai semacam perintah suci, jujur saja saya merasa sedikit terganggu oleh hal itu: gambaran alamat paling banyak dianggap sebagai sketsa kabur, bisa dijadikan referensi, tapi jangan dipakai sebagai identitas resmi. Terutama yang seperti "si A paus sedang membeli", padahal mungkin itu hanya dompet panas bursa yang memindahkan posisi, atau orang yang sama membagi menjadi delapan ratus akun palsu, algoritma klaster juga bukan mata Tuhan.



Latihan psikologi trading saya sendiri adalah: melihat aliran dana lalu berhenti selama tiga detik, lalu bertanya "Apakah saya sedang mencari bukti, atau mencari penghiburan?" Pokoknya jangan sampai tergoda untuk melakukan order impulsif hanya karena satu gambar. Ngomong-ngomong, ingat juga tentang perang mulut soal royalti NFT, itu juga sama: data menunjukkan bahwa aktivitas di pasar sekunder lebih aktif tidak berarti pencipta harus kelaparan, label bisa ditempelkan, emosi juga harus diberi ruang.

Akhirnya, kunci pribadi tetap dianggap sebagai nyawa… Kamu boleh tidak percaya gambaran alamat, tapi jangan tidak percaya bahwa social engineering akan percaya padamu. Sekarang cukup dulu.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan